Penduduk Desa Tulkarem Dipisahkan Dari Tanah Pertaniannya

Para petani dan penduduk desa dan kota sebelah selatan Tulkarem, bagian utara Tepi Barat, menyeru masyarakat internasional, palang merah internasional, dan organisasi hak asasi manusia untuk mendukung mereka dan menekan pemerintah Israel agar membatalkan keputusan mereka untuk membuka satu gerbang pertanian saja sebagai penghubung utama dengan lahan pertanian mereka yang terisolir di balik Annexation Wall (tembok pemisah).
Keputusan tersebut akan berlaku pertama kalinya pada April depan. Gerbang akan diubah dari gerbang pertanian menjadi gerbang yang hanya dibuka selama musim panen.
Ketua dewan desa dan para petani di wilayah Tulkarem mengutuk keputusan tersebut, dan menganggapnya sebagai muslihat yang didesain Isreal agar otoritas pendudukannya dapat mengambil alih tanah mereka.
Pasca Annexation Wall memisahkan para petani dari tanah mereka, gerbang itu menjadi satu-satunya akses mereka.
Tapi tentara Israel tetap menutupnya, dengan membuat para petani harus menempuh perjalanan 20 kilometer untuk mencapai tanah pertanian mereka.

Bahkan setelah melakukan perjalanan jauh, para petani tidak dapat memasuki tanah mereka tanpa izin dari pihak militer. (nisa/imemc)

Published by: Rana Setiawan

Rana Setiawan (Abu Aqsyira) merupakan Koordinator Liputan dan Redaktur Bahasa Indonesia di Kantor Berita Mi'raj Islamic News Agency (MINA). Juga sebagai aktifis pembebasan Al-Aqsha dan Palestina, aktif di kegiatan-kegiatan amal untuk perjuangan Islam dan Muslimin.

Categories Info terkiniTinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s