Qubbah Sakhra Jantung Al-Aqsha Yang Terancam

Qubbah Skahra yang berada di lingkungan masjid Al-Aqsha berada di sudut sebelah tenggara pelataran Al-Haram Al-Quds. Sementara Masjid Al-Aqsha berada di dataran tinggi yang terlihat dan Qubbah Sakhra berada lebih tinggi di dataran ini. Letak tengahnya lebih condong ke sebelah barat sedikit. Dengan letak seperti ini, Qubbah Sakhra terlihat sebagai bentuk asli dari Masjid Al-Aqsha yang merupakan kiblat pertamanya ummat Islam dan al-Haram kedua setelah Makkah Mukarramah. Qubbah Sakhra sebagai padang pasir yang bersambung dengan dataran tinggi dari semua arah, kacuali satu arah, dimana terdapat gua kecil. Kadang kata Sakhra hanya symbol saja bukan sebenarnya. Seperti Sakhra Baitul Maqdis, maksudnya dataran tinggi muriah secara keseeluruhan yaitu Masjid Al-Aqsha.

Sejarah :
Qubbah Sakhra di Jantung Al-Aqsha Bangunan Islam Tertua
Qubbah Sakhra adalah bagian sentral dari Al-Aqsha. Adalah suatu tempat dimana Rasulallah SAW melakukan mi’rajnya ke Sidratul Muntaha dalam perjalananya isranya dari Masjid Al-Haram Makkah menuju Baitul Maqdis Al-Aqsha, sebelum Umar ibnu Khottob menaklukan Al-Quds tahun 16 H/637 M.
Untuk memperingati peristiwa ini dan selaras dengan kedudukanya sebagai tempat suci agama, maka dibuat proyek pembangunan Masjid Al-Aqsha Mubarak yang menggambarkan kemajuan Islam pada dua masa kekhalifahan Bani Umayah, Abdul Malik Marwan dan Al-Walid bin Abdul Malik yang memerintah Al-Quds antara tahun 65-96 H/685-715 M.

Bangunan :
Sakhra dimana berdiri di atasnya Qubbah
Proyek pembangunan Masjid Al-Aqsha dimulai pada zaman Bani Umayah yang membangun Qubbah yang besar di atas Sakhra Musyarrafah kurang lebih 20 meter dan setinggi 2 meter di atas bangunan masjid. Pembuatan qubbah tersebut memakan waktu tujuh tahun, hingga sempurna menjadi Masjid Al-Aqsha yang suka dikenal Masjid Al-Qibali tahun 72 H. Semunya dibiayai dari pajak wilayah Mesir yang diambil pada zamanya Abdul Muluk dari Besan dan Yazid bin Salam yang menjadi pimpinan proyek besar tersebut pada masa kekhalifahan Al-Walid. Pembangun Qubbah Sakhra menggunakan dua orang insinyur muslim sebagai symbol perdaban Islam, Abdul Malik dari Al-Quds dan seorang lagi dari Inggris yang membangun gereja Al-Qiyamah di Kota Lama.

Pondasi dan Tiang-tiang yang mengelilingi dan menahan Qubbah
Qubbah Sakhra adalah gambaran dari bangunan teknik modern yang terdiri dari delapan sudut yang dinaungi qubbah yang ditunjang dengan empat tiang. Diantara tiang-tiang itu ada tiga tiang secara melingkar mengelilingi Sakhra. Di dalam bangunan inilah terdapat Qubbah. Adapun dinding bangunan ditutupi dengan hiasan yang sama dengan bawahnya, baik yang berada di bagian luarnya maupun bagian dalamnya. Sementara di bagian atas dilapisi mozaik keemasan. Di bagian dalamnya terdapat hiasan marmer putih di dalam panel, dan yang sejenis di luar papan di bagian bawah. Bangunan segi delapan yang diatasnya ada Qubbah Sakhra dulunya dimaksudkan untuk bangunan Masjid Al-Aqsha. Bukan untuk membangun mushola di dalam lingkungan Masjid Al-Aqsha. Sebab biasanya mushola dibangun menghadap kiblat.

Komposisi Qubbah Sakhra menunjukan karakter pembentukanya.
Pada era setelah Bani Umayyah Qubbah Sakhra semakin banyak dapat perhatian, di mana Bani Abbasiah Khalifah Al-Ma’mun, Qubbah Sakhra mengalami kehancuran. Kemudian diletakan prasasti nama Al-Quds untuk pertama kalinya sebagai peringatan renovasi ini yaitu pada tahun 217 H./832 M. Akan tetapi kubah tampak berdiri kokoh berdiri tegak dan dapat terlihat dari jauh. Seolah itu bukan buatan manusia. Dia adalah bangunan Sakhra Al-Aqsha, sebagaimana Musholla Al-Qibali yang terletak di bagian selatan di lingkungan Masjid Al-Aqsha.

Upaya Penodaan Qubbah Sakhra oleh Yahudi pada 8 April 2009-05-20
Rencana ini meliputi pengerahan sejumlah kelompok agamawan yahudi yang berupaya masuk Qubbah Sakhra pada hari Rabu tanggal 8 April 2009. Tindakan ini merupakan ancaman bagi keberadaan Masjid Al-Aqsha Mubarak. Di sela perayaan mereka yang dikenal sebagai hari paskah ibrani. Mereka berupaya menodai Masjid Al-Aqsha dari dalam. Mereka juga membuat symbol-simbol keyahudian di dalamnya. Sebagaian mereka melakukan penodaan terhadap Qubbah Sakhra yang merupakan salah satu bangunan terpenting di area al-Haram Al-Aqsha. Agama mereka mendorong pemeluknya untuk merusak kehormatan Masjid Al-Aqsha dengan dalih untuk membebaskanya dari tangan kaum muslimin, menjelang munculnya al-Masih.

Kapan kaum muslimin bersuara untuk Qubbah Sakhra dan Al-Aqsha dalam peradaban mereka
Di hadapan semua tipu daya ini, apakah kaum muslimin akan terus mundur dari peradaban tentang karakteristik khusus kebudayaan mereka yang masih ada. Dana apakah mereka akan tetap demikian selama mereka berpegang teguh pada kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya?. Sampai kapan mereka akan pura-pura lupa terhadap kedudukan Qubbah Sakhra sebgai bagian dari Masjid Al-Aqsha yang merupakan salah satu ayat Allah dalam kitabNya disamping tenpat isranya dan tempat perjuangan hingga hari kiamat?
(asy)
Parlemen Israel Setujui RUU Larang Pekerjakan Palestina di Wilayah 1948
[ 20/05/2009 – 03:51 ]

Al-Quds – Infopalestina: Parlemen Israel Knesset pada Senin malam kemarin (18/5) menyetujui proyek yang melarang pekerja Palestina untuk bekerja di wilayah jajahan Israel tahun 1948 dengan alasan mereka dianggap tinggal di wilayah Israel yang melanggar hukum.
Sejumlah sumber di parlemen menyebutkan bahwa Knesset menyetujui RUU yang memperpanjang intruksi sementara yang melarang mempekerjakan buruh Palestina yang tinggal di wilayah jajahan karena dianggap melanggar hukum dan mereka juga dilarang menginap di sana.
Sumber-sumber mengsiyaratkan bahwa intruksi itu sudah diperpanjang hingga akhir Maret tahun depan. Larangan RUU itu juga berlaku bagi warga asing yang tinggal di ‘negara’ Israel yang menjadi sopir mobil yang memiliki izin dari Israel.
Pemerintah Israel selama ini melakukan aksi penangkapan secara luas terhadap buruh Palestina dari warga Tepi Barat yang bekerja di wilayah jajahan tahun 1948. Selama dua hari Kamis dan Jumat lalu saja Israel menangkap lebih dari 300 buruh. (bn-bsyr)
Israel Kembali Lakukan Eskalasi Militer ke Jalur Gaza
[ 20/05/2009 – 01:05 ]

Gaza – Infopalestina: Sejumlah orang dan pejuang Palestina terluka dalam rangkaian serangan udara yang dilancarkan penjajah Zionis Israel ke Jalur Gaza, Rabu (20/05). Hamas menilai aksi ini dilakukan Israel dengan memanfaatkan simpati tingkat regional dan internasional atas eksistensi Israel.
Jurubicara Hamas Fauzi Barhum dalam pernyataan khusus kepada koresponen Infopalestina hari ini mengatakan, agresi ini tidak mungkin terjadi sekiranya ada resolusi Arab yang paling tidak mengisolasi Zionis Israel dan memboikotnya serta menggunakan segala cara untuk menekannya.
Barhum mengatakan, eskalasi ini bersamaan dengan berakhirnya kunjungan PM Israel Benyamin Netanyahu. Hal ini menegaskan bahayanya proyek Zionis Israel yang mendapatkan simpati regional dan internasional, yang semakin mendorong entitas Zionis Israel melakukan eskalasi ini terhadap anak bangsa Palestina.
Barhum menegaskan di tengah-tengah simpati regional dan internasional, serta tidak adanya tekanan dari negara manapun atas Zionis Israel untuk membebaskan blockade dan mengakhiri pembangunan koloni permukiman, memberinya kesempatan besar untuk melanjutkan proyek berbahanya yang menarget rakyat Palestina.
“Kami belum melihat hingga detik ini satu negara pun di tingkat regional maupun internasional yang menggunakan tekanan apapun pada penjajah Zionis Israel agar menghentikan kejahatannya. Tidak ada keputusan apapun yang sungguh-sungguh dari negara-negara untuk membebaskan blockade dan mengakhiri pembangunan permukiman serta menghentikan agresi,” tegas Barhum melanjutkan.
Jurubicara Hamas ini melanjutkan, “Eskalasi ini adalah hasil kebijakan standar ganda yang digunakan dunia internasional berkaitan dengan konflik Palestina – Israel.” (seto)
Ridwan: Eskalasi Israel ke Gaza untuk Provokasi Hamas
[ 20/05/2009 – 12:55 ]

Gaza – Infopalestina: Gerakan Perlawanan Islam Hamas mengingatkan berlanjutnya eskalasi militer Zionis Israel ke Jalur Gaza. Hamas menegaskan, menjadi hak perlawanan untuk membalas agresi penjajah dan kejahatannya terhadap rakyat Palestina.
Sejumlah orang dan pejuang Palestina terluka dalam rangkaian serangan udara yang dilancarkan penjajah Zionis Israel ke Jalur Gaza, Rabu (20/05). Serangan juga menghancurkan sebuah bengkel besi di wilayah utara Jalur Gaza.
Petinggi Hamas Dr. Ismail Ridwan, Rabu (20/05) mengatakan, “Eskalasi Zionis Israel ini bertujuan untuk mengaduk lembaran-lembaran politik di ranah Palestina dan menciptakan gelombang baru eskalasi. Melalui eskalasi ini Israel berupaya mengacaukan stabilitas di kawasan dan mengobarkan api konfrontasi di Jalur Gaza.”
Petinggi Hamas ini menilai bahwa ekalasi ini dalam rangka untuk memprovokasi gerakan Hamas agar memberikan gencatan senjata sepihak. Dia menambahkan, “Gencatan senjata apapun tidak akan kami berikan kecuali dengan syarat-syaratnya, pembukaan perlintasan, pembebasan blockade dan penghentian agresi.”
Apakah eskalasi militer ini berkaitan dengan kunjungan PM Israel Benyamin Netanyahu ke Amerika, Ridwan mengatakan, “Mungkin eskalasi ini dalam rangka untuk menarik persetujuan Amerika atas terror Zionis Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza atau dalam rangka upaya pemerintah Zionis Israel untuk melaksanakan apa yang menjadi obsesinya.”
Ridwan menyerukan pihak penjajah Zionis Israel untuk mengambil pelajaran dari agresi sebelumnya. Dia menegaskan bahwa upaya apapun untuk menarget Jalur Gaza akan menemui kegagalan. Perang “al Furqan” adalah contoh yang baik bagi Israel. (seto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s