Islam dan Perang

Oleh : KH. Drs. Yakhsyallah Mansur, M.A.

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena Sesungguhnya mereka telah dianiaya. dan Sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.” (Al-Hajj:39)
Dalam kitab-kitab tafsir dan tarikh disebutkan, setelah bertahun-tahun mengalami berbagai penganiayaan, para sahabat mengadukan hal itu kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasalam. Beliau menjawab, “Sabarlah kalian, karena sesungguhnya belum diperintahkan untuk berperang.”
Setelah hijrah ke Madinah, barulah Islam mengizinkan berperang. Ayat diatas adalah ayat yang pertama kali turun tentang diizinkannya perang setelah dilarang oleh Al-quran dalam lebih dari 70 ayat.

 Jadi, pada dasarnya perang bukanlah perintah, tapi sekedar izin bagi pihak teraniaya yang diperangi untuk menggunakan cara perang sebagai respon menolak penganiayaan. Oleh karena itu, salah satu tuduhan kaum orientalis musuh Islam bahwa Islam disesuaikan dengan kekuatan pedang. Meminjam kata-kata Mc Donald, D.B (1868-1942, “Penyebaran Islam dengan pedang adalah kewajiban kolektif bagi semua muslim.”

Di samping karena teraniaya, Muslimin diberi izin mengangkat senjata dalam kondisi:
  • Diserang lebih dahulu dan diusir dari tempat tinggalnya, meninggalkan harta bendanya lantaran melaksanakan agama dan keyakinannya.
  • Untuk mempertahankan diri dan tempat ibadah yang di dalamnya disebut nama Allah, sebagaimana firmannya: “(Yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan Kami hanyalah Allah”. Dan Sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa.” (Al-Hajj:40) Al-Qasimi menulis dalam tafsirnya, kalimat “huddimat” berarti dihancurkan dan juga berarti “ussilat” dibiarkan kosong. Tegasnya, tidak digunakan untuk beribadah walaupun tempat itu masih berdiri.
  • Hendak mengokohkan kedudukan agama di muka bumi sehingga terwujud keamanan, kerukunan, ketertiban, kebebasan, dan kemantapan dalam beribadah. Allah berfirman: ”Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah [1] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah [2]. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang mereka kerjakan.” ( Al-anfal: 39)
  1. Maksudnya: gangguan-gangguan terhadap umat Islam dan agama Islam.
  2. Maksudnya: menurut An-Nasafi dan Al-Maraghi, tegaknya agama Islam dan sirnanya agama-agama yang batil. (al-Anfal:39).
Jadi, tujuan perang dalam islam bukan untuk kepentingan umat Islam saja tetapi kepentingan seluruh umat manusia karena Islam datang untuk menyebarkan rahmat bagi semesta alam. Allah berfirman: “Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (al-Hajj: 40)
Ayat tersebut menjelaskan, yang dipertahankan oleh umat Islam bukan hanya masjid tempat ibadah umat Islam, tapi juga biara dimana para pendeta mengasingkan diri untuk mengabdi kepada Tuhan mereka. Begitu juga gereja, tempat orang Kristen beribadah setiap hari Ahad dan Sinagog, tempat orang Yahudi beribadah setiap hari sabtu.
Allah menjamin orang yang berperang dengan tujuan seperti di atas akan dibela dan ditolong, sehingga orang Islam tidak akan ragu-ragu lagi. Allah mencela orang yang ragu terhadap pertolongan-Nya. Allah berfirman: “Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tiada menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, Maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya.” (QS. Al-Hajj: 15)
Maksud ayat ini ialah, seandainya orang yang memusuhi Nabi Muhammad Saw tidak senang atas kemajuan Islam, ia bisa naik ke langit dan melihat keadaan di sana, hingga ia akan mengetahui bahwa kemajuan Islam yang tidak ia senangi itu tak dapat dihalang-halangi. Sebagian ahli tafsir mengartikan: Maka hendaklah ia merentangkan tali ke loteng rumahnya kemudian ia mencekik lehernya dengan tali itu.
Ibnu Abbas menafsirkan, barang siapa menyangka bahwa Allah tidak akan menolong Muhammad Shalallahu Alaihi wasallam, kitab-Nya (Alquran), dan agama Islam, pergi sajalah membunuh diri, kalau kejayaan Islam itu menyakitkan hatinya. Karena Allah pasti menolong para utusan-Nya dan orang-orang yang beriman, sebagaimana firman-Nya:
انا لتصر رسلنا والد ين امنوا في الحيا ة الد نيا و يوم يقوم الا تهاد
Adapun menyuruh menggantung atau membunuh diri pada ayat di atas adalah pukulan keras dengan kata-kata kepada mereka yang tidak mau mengerti bahwa pertolongan Allah pasti datang. Pertolongan Allah ini terbukti dengan terus berkembangnya agama Islam sampai saat ini. Bahkan melihat kegagalan berbagai agama dan usaha menegakkan dunia ini, sampailah manusia pada keyakinan bahwa Islamlah yang paling cocok untuk kehidupan mereka.
Seperti fenomena akhir-akhir ini, Islam menjadi satu-satunya agama yang paling pesat perkembangannya di Amerika dan Eropa. Menurut catatan statistik selama bertahun-tahun di Norwegia, + 100 muslim Norwegia yang menjadi jamaah masjid. Pada tahun 2000, 500 penduduk asli Norwegia berpindah agama dari Katolik menjadi Islam, sehingga pada tahun 2004 jumlah jemaah masjid yang terdaftar telah mencapai 80.883 orang.(jurnal al-aqsha edisi 5)

Published by: Rana Setiawan

Rana Setiawan (Abu Aqsyira) merupakan Koordinator Liputan dan Redaktur Bahasa Indonesia di Kantor Berita Mi'raj Islamic News Agency (MINA). Juga sebagai aktifis pembebasan Al-Aqsha dan Palestina, aktif di kegiatan-kegiatan amal untuk perjuangan Islam dan Muslimin.

Categories Risalah AlJamaahTinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s