Jaringan Aksi Misionaris Dunia

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:””; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}

Bukan rahasia lagi jika masalah ini sangat diketahui banyak orang. Aksi misionaris dunia dengan dana dan jaringan aksi yang kuat layak dicermati dan diwaspadai. Masihkah kita berdiam diri?

Jerit tangis ketakutan tatkala ombak menggulung kawasan Aceh dan Sumatera Utara, menimbulkan duka yang begitu menyayat. Ratusan ribu jiwa lenyap ditelan keganasan gelombang tsunami yang menyapu kawasan tersebut. Ibu kehilangan anaknya, suami kehilangan isteri, anak kehilangan orang tua. Bantuan pun mengalir dari seluruh penjuru dunia, dengan harapan dapat meringankan penderitaan mereka. Namun ada di antara para dermawan tersebut, tersembunyi maksud jahat dari musuh musuh Islam dan kaum muslimin. Bencana itu dijadikan arena untuk menghancurkan kaum muslimin.

Di tengah duka nestapa anak-anak yang kehilangan orang tuanya, muncul lembaga semacam WorldHelp. Berkedok memberi pertolongan, ternyata malah melarikan 300 anak-anak generasi penerus kaum muslimin dari bumi Serambi Mekah, untuk dididik secara Kristen. Berita tersebut dilansir oleh Washington Post (13 Januari 2005). Lembaga misionaris yang berbasis di Virginia tersebut, mendapatkan sokongan dana dari kelompok Kristen Evangelis di seluruh dunia. Vernon Brewer Presiden WorldHelp menyatakan, pihaknya menyediakan dana sebesar 70 ribu dollar AS dan sedang mencari dana tambahan sebesar 350 dollar AS untuk membangun panti asuhan yatim piatu.

Fakta tersebut menguak motif sebenarnya dari bantuan yang diberikan oleh orang-orang kafir terhadap kaum muslimin. Bagi mereka tidak ada bantuan tanpa imbalan, sekaligus membuktikan kebenaran firman Allah Swt.: أ¢â‚¬إ“Dan sungguh tidak akan pernah ridho orang-orang Yahudi dan Nasrani hingga mereka menjadikan kamu mengikuti millah merekaأ¢â‚¬? (QS al-Baqarah [2]: 120)

Misi kristenisasi di dunia
Terkuaknya skandal WorldHelp sebenarnya hanya sebagian kecil dari sekian banyak aktivitas misi kristenisasi di dunia. Agak sulit melacak aktivitas mereka secara detail sebab misi mereka berkamuflase di balik lembaga-lembaga mantel.

Sekarang ini di dunia terdapat lebih dari 220 ribu missionaris (137.000 Katholik dan 82.000 Protestan). Kebanyakan mereka dikirim oleh lembaga Southern Baptist Conventon. Jaringan kerjasama antar lembaga seperti Christar dengan beberapa organisasi Arab. Kemudian ada Frontiers, lembaga terbesar yang dikelola Rick Love tersebut, mengkhususkan diri dalam kegiatan pemurtadan umat Muslim di seluruh dunia. Menyebarkan 800 misionaris ke-50 negara Muslim mulai dari Asia Pasifik hingga Afrika Selatan. Mereka menyamar dengan berprofesi sebagai guru, konsultan, akuntan, wartawan, aktivis LSM, juru rawat, pengusaha, dan designer.

Ada CBN WorldReach, Penginjilan Global dari Christian Broadcasting Network, dirancang untuk menyebarkan Injil kepada 3 juta orang melalui media massa dan pelayanan pribadi. Mereka mempunyai jaringan lebih dari 200 negara, seperti Operation Sunrise Africa dan CBN Indonesia.

Di antara yayasan-yayasan misionaris yang aktif di Indonesia adalah Nehemia Foundation yang sering disebut sebagai CCN. Misi kristenisasi juga berlindung di balik organisasi internasional seperti, WHO, FAO, UNESCO dan UNICEF. Dalam sensus tahun 1975 terdapat 8.504 missionaris sukarela Protestan. 5.393 orang missionaris sukarela Katolik.

Missi Kristen juga bercokol di 38 negara Afrika, jumlahnya mencapai ribuan, memiliki 119.000 missionaris laki-laki dan perempuan. Anggaran mereka sebesar 2 milyar dollar AS tiap tahun. Di Sudan misi kristenisasi berlindung di balik lembaga Direct Relief (DR), lembaga bantuan penyuplai alat-alat pengeboran air dan generatornya.

Organisasi-organisasi Kristen di Ghana bergabung membentuk Dewan Kristen Ghana pada tahun 1929, dengan perwakilan yang mencakup aliran Metodis, Anglikan, Mennonit, Presbiterian, Metodis Episkopal Zionis Afrika, Metodis Kristen, Lutherian Evangelis, Baptis dan masih banyak lagi. Organisasi itu mendasari gerakannya untuk mengembangkan agama Kristen.

Di Bangladesh gerakan misionaris mulai berjalan tahun 1793 di bawah naungan British Baptist Misionarries Society. Sampai?آ  tahun 1980, ada 21 kelompok misionaris Protestan yang aktif di Bangladesh dan memiliki 270 pekerja asing. Saat ini grup misionaris terbesar bernama Association of Baptist for World Evangelization yang memiliki 40 orang pekerja misionaris asing. Disamping itu ada juga pusat pendidikan Holy Cross yang menyebarluaskan propaganda kebebasan perempuan.

Organisasi-oraganisasi tersebut mengadakan pertemuan seluruh dunia sekali setiap 6 atau 7 tahun, berpindah-pindah dari satu negeri ke negeri lain. Konferensi Colorado 15 Oktober 1978 tergolong konferensi paling berbahaya. Tema konferensi ialah أ¢â‚¬إ“Konferensi Amerika Selatan untuk Mengkristenkan Ummat Islamأ¢â‚¬?. Pesertanya sekitar 50 orang mewakili organisasi-organisasi Kristen paling aktif di dunia. Hasilnya berupa satu strategi yang dirahasiakan karena dipandang sangat berbahaya. Antara lain diputuskan anggaran biaya sebesar satu miliar dolar AS untuk program kristenisasi. Dana sebesar itu benar-benar terkumpul dan didepositokan di salah satu bank terbesar di Amerika Serikat. Mengenai sumber dananya sulit diketahui, sebab hal tersebut juga sangat rahasia.

Hasil aksi yang dilakukannya
Tujuan gerakan mereka jelas ingin menghancurkan Islam. Gerakan misionaris sudah dimulai berabad-abad lalu setelah mereka gagal megalahkan Islam dengan kekuatan senjata. Didukung oleh kekuatan negara mereka mendirikan pusat-pusat misionaris di wilayah Khilafah Ustmani, seperti Malta, Lebanon dan Syiria. Puncaknya mereka mendirikan Universitas Amerika di Beirut, dan Universitas Saint Joseph tahun 1874.

Gerakan mereka selanjutnya diarahkan untuk menjadikan Ummat Islam meninggalkan ajaran Islam dan mulai beralih kepada ajaran Barat. Dengan memunculkan ide nasionalisme di kalangan kaum muslimin, meniupkan sentimen Arab dan Turki. Kemudian menyulut pertikaian antara sekte-sekte Kristen sendiri dengan tujuan untuk mengundang campur tangan negara Barat di wilayah Daulah Utsmani.

Kemudian melangkah ke tahap berikutnya, menyiapkan kondisi menuju terciptanya revolusi menentang Daulah Khilafah. Dengan bantuan misionaris tersebut, akhirnya Barat dengan mudah memecah belah Daulah Khilafah Ustmani menjadi lebih dari 50 negara nasional seperti yang kita lihat sekarang.

Sampai sekarang gerakan kristenisasi tersebut sulit untuk dihentikan. Apalagi dengan kondisi sistem demokrasi seperti sekarang. Mereka lebih leluasa lagi untuk bergerak dengan dalih demokrasi, kebebasan dan hak asasi manusia. Di Iran saja sejak TV satelit diizinkan sudah 50.000 muslim murtad.

Satu hal yang harus kita catat, bahwa orang-orang kafir tersebut telah berhasil melebihi dari gambaran banyaknya jumlah orang yang dimurtadkan. Sebab mereka telah berhasil menjadikan kaum muslimin meninggalkan Islam baik disadari atau tidak, seperti yang diucapkan Samuel Zwemer dalam Muأ¢â‚¬â„¢tamar Kristen di Quds tahun 1935 M: أ¢â‚¬إ“أ¢â‚¬آ¦ tetapi tugas missionaris Kristen di negara-negara Islam yang telah didukung oleh negara-negara Kristen bukanlah berupaya untuk mengkristenkan ummat Islam, sebab hal ini merupakan suatu petunjuk dan penghormatan bagi mereka. Tetapi tugas kalian yang terpenting ialah memurtadkan orang Islam dari agama mereka agar menjadi orang yang sama sekali tidak mempunyai hubungan dengan Allah. Kemudian tidak mempunyai hubungan dengan moral yang telah menjadi landasan hidup seluruh bangsa.أ¢â‚¬?

Dengan kenyataaan sperti ini tidak mungkin menghentikan laju gerak mereka kecuali dengan kekuatan Daulah Khilafah, suatu sistem kenegaraan yang didasarkan pada akidah Islamiyah. Karena dengan sistem Khilafah celah-celah yang bisa digunakan untuk kristenisasi tertutup rapat. Dengan Khilafah sajalah akidah ummat terlindungi dari ide sesat yang menyesatkan. Itu sebabnya, perjuangan menegakkannya bersifat sangat amat segera dan memerlukan perhatian yang besar dari kita.. Waullahuأ¢â‚¬â„¢alam bishowab [D. Saputra]

Published by: Rana Setiawan

Rana Setiawan (Abu Aqsyira) merupakan Koordinator Liputan dan Redaktur Bahasa Indonesia di Kantor Berita Mi'raj Islamic News Agency (MINA). Juga sebagai aktifis pembebasan Al-Aqsha dan Palestina, aktif di kegiatan-kegiatan amal untuk perjuangan Islam dan Muslimin.

Categories Artikel Islami1 Komentar

One thought on “Jaringan Aksi Misionaris Dunia”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s