Untuk saudaraku, Palestinian

Bismillahirahmannirrahiim…..

Segala puji hanya untuk Allah, yang memiliki segala keindahan.

Alhamdulillah, dengan ridha-Nya hari ini aku masih diberi kesempatan untuk melihat dunia dan berdiri tegar di atas naungan cinta-Nya dengan berbagai amanah yang harus aku tunaikan. Namun karena cinta-Nya, insyaAllah hati ini akan selalu ikhlas.

Dini hari ini, aku bicara dengan seorang teman, yang tak pernah nampak di mataku dan tak pernah aku dengar suaranya. Dia pun tak pernah tahu diriku, hanya karena Allah kami saling tahu hati kami. Dia lebih dari teman, lebih dari kakak, dia seperti ayah. Dia jauh di sana, hingga aku tak pernah bertemu dengannya tapi hati ini selalu dekat dengannya. Aku mendengar doa-doanya untuk ku, karena ia selalu berkata ” aku selalu di sini untukmu, aku tak akan pernah melupakanmu dalam setiap doa di setiap salatku, aku akan selalu berdoa untuk mu, because you’re my sister.” Allah mengikatkan hati kami dalam kecintaan kepada-Nya hingga ia tak pernah lupa menanyakan salat ku dan hafalan Quran.

Tapi pagi ini dia katakan tentang suatu kesedihan, seorang gadis membuatnya sedih. Entahlah…aku tak tahu apa yang harus aku katakan ketika aku dengar dia menyukai seorang gadis, rekan kerjanya, dan dia rasa dia mencintai gadis itu dan hendak minikahinya. Tapi, Allah berkehendak lain, sebelum dia mengatakan pada gadis itu bahwa dia akan melamarnya, gadis itu telah lebih dulu mengatakan bahwa dia akan segera menikah. Yang membuatnya sedih, dia tak pernah mengatakan bahwa ia mencintai gadis itu dan hendak menikahinya, hingga ia tak akan bisa memilikinya.

Ku katakan padanya, percayalah akan Qadar, Allah menghendaki gadis lain menjadi pendampingmu, Dia punya yang terbaik untukmu, hanya saja belum saatnya kau bisa memilikinya. Aku katakan, kita tak punya apa-apa, segala yang ada pada kita bukan milik kita, kehilangan sesuatu bukan berarti tak bisa memilikinya, jika bukan hari ini mungkin besok kau akan mendapatkannya, jika tidak di sini mungkin di surga-Nya, percayalah, Allah selalu memberikan kita yang terbaik.

Kakak ku sayang, aku tahu kau bersedih, tapi ingatlah, kau laki-laki, seharusnya kau malu pada-Nya jika kau harus bersedih karena cinta dan tak bisa mendapatkan apa yang kau cintai. Cinta-Nya lebih abadi dari pada cinta seorang makhluk.

Aku menghiburnya, “kakak ku sayang, masih ingatkah apa yang pernah aku katakan, tidak kah kau malu ketika aku menulis padamu :” dear my brother…….Alhamdulillah everything is over, i am gonna be ok. less than 24 Hours i can throw my sadness just because i believe in Allah, that Allah has another plan for me. Don’t you believe on me that i have no more sad, no more fear and no more afraid. Hey……look into my eyes, really i am not lie, do you know why ????? cause i am so brave, i am so stark,this is not my first odd, my life is not new, problems and difficulties are not a new story, it just an adventure of a life, and time want me learn about adulthood. I am not afraid if i should go and life alone, i am not scare about tommorow. Cause i need to soar, life not about today. Look….i can smile as beautiful as the last day, seems more beautiful, like nothing happened to me and let me know how much should i tell you that i am ready to face new odd.”

Lihat kakak, i am so brave, i am your brave sister. Kakak, apa yang kita inginkan tak akan selamanya bisa kita dapatkan, tidak hanya kau dan aku, tapi semua yang Dia cintai. Aku ingat ketika kau meyakinkan aku bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya dan kau membuatku sadar, bahwa seharusnya aku mensyukuri apa yang telah ku dapat. Aku belajar darimu tentang ketabahan, sabar, tegar dan bersyukur. Hidupku jauh lebih baik dari saudara-saudara kita, aku bisa hidup dengan aman, aku bisa beribadah dengan tenang tanpa harus merasa cemas akan adanya gangguan musuh-musuh-Nya. Tapi kau dan saudara-saudaraku di sana, kalian harus hidup di antara intaian musuh, Israeli yang keji.

Pagi ini, disepanjang jalan menuju rumah, aku berfikir tentang mu, aku merasakan kesedihanmu, aku rasa karena aku menyayangimu. Aku teringat ketika kau katakan : “we all have ourself so don’t need to found ourself , but we have to creat ourself to creat a good man or woman , and specially we muslims , like what allah said that we are the best ommah (nation) . but we have to creat good muslim ,scientist and expert to be the best. Of course i will keep pray for you my sister and i will be your supporter from here and the best dua’a is from someone you don’t see while pray for you , so what about someone who don’t see in real and even didn’t see you , i hope to see you in Jannah (paradise) insha’a Allah, but don’t forget that you have me there for you and to pray for you and that i will never stop praying for you and to do your best and then leave that to Allah , and what allah give you is the best not just the better .

Ya aku berharap untuk bisa bertemu dengan mu, i hope that i can meet you in Jannah, but i should try to be a good girl, to be a good Muslim, to keep my Iman then i can meet everyone who i love, in Jannah.

Kakak, aku akan selalu ingat kata-katamu bahwa failure is not end of everything and life is like a school, life just an examination. Tapi kau pun harus ingat there’s no a meaningless event on the world.

Inilah hidup, tak ada seorangpun yang tahu scenario hidupnya masing-masing, hanya Allah yang tahu alurnya, Dia yang tahu segala rencanya. Dalam hidup aku belajar, dan dari pengalaman hidup aku memetik hikmah, tidak hanya dari diriku, tapi juga dari orang-orang di sekitar ku. Aku belajar untuk selalu sadar bahwa apa yang kita cita-citakan tak akan selalu bisa kita dapatkan, bisa jadi sesuatu yang kita cintai malah suatu yang tidak Dia cintai.

Published by: Rana Setiawan

Rana Setiawan (Abu Aqsyira) merupakan Koordinator Liputan dan Redaktur Bahasa Indonesia di Kantor Berita Mi'raj Islamic News Agency (MINA). Juga sebagai aktifis pembebasan Al-Aqsha dan Palestina, aktif di kegiatan-kegiatan amal untuk perjuangan Islam dan Muslimin.

Categories Cinta Al-AqshaTinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s