Terbongkar, Konspirasi Jahat AS-Israel Serang Hizbullah di Libanon

Pemerintah George W. Bush diam-diam memberi lampu hijau pada sekutunya, Israel untuk menyerang kelompok Hizbullah di Libanon, ketika situasi Libanon sedang panas-panasnya akibat pertikaian bersenjata antara kelompok pendukung Hizbullah dan kelompok pendukung pemerintah, pekan kemarin.

Hal itu terungkap lewat pengakuan sejumlah sumber di badan intelejen Israel dan AS pada situs DEBKA, situs yang dikenal dekat dengan agen-agen intelejen Israel. Sumber-sumber rahasia itu mengungkapkan, bahwa pada tanggal 10 Mei pemerintah AS mendesak militer Israel untuk melakukan serangan militer besar-besaran pada 11 Mei, ke wilayah selatan dan barat Beirut serta ke wilayah-wilayah lainnya di Libanon.

Seperti diketahui, pada tanggal 11 Mei kemarin pasukan Hizbullah sedang terlibat konflik senjata sengit dengan kelompok-kelompok milisi pendukung pemerintah Libanon di kota Beirut dan beberapa wilayah lainnya di Libanon.

Situs DEBKA, juga mengutip pernyataan seorang sumber dari kalangan pejabat tinggi militer AS yang mengatakan bahwa Israel gagal meraih kesempatan bersejarah untuk melepaskan diri dari salah satu musuh-musuhnya. Musuh Israel selama ini adalah Iran, Hizbullah, Suriah dan Hamas. “Seharusnya saat itu merupakan kesempatan bagi Israel untuk menghancurkan Hizbullah, ” kata sumber tadi.

Disebutkan pula bahwa Presiden AS George W. Bush berjanji tidak akan menunda rencana kunjungannya ke Israel pada tanggal 14 Mei, meski pasukan Israel masih melakukan serangan ke Libanon dan Hizbullah melakukan perlawanan dengan menggempur Tel-Aviv dan bandara Ben-Gurion. Intelejen AS mempekirakan, jika saat itu Israel benar-benar menyerang Libanon, Hizbullah akan melakukan pembalasan dengan menembakkan sekitar 600 misilnya ke utara Israel.

Masih menurut laporan situs DEBKA, cuma tiga pejabat pemerintah Israel yang tahu rencana rahasia AS ini yaitu Perdana Menteri Ehud Olmert, Menteri Pertahanan Ehud Barak dan Menteri Luar Negeri Tzipi Livni. Namun ketiga pimpinan rejim Zionis itu memutuskan untuk tidak ikut campur dan membatalkan operasi tersebut menjelang detik-detik rencana serangan, dan keputusan ini membuat berang sejumlah pejabat pemerintahan Bush.

Menurut rencana rahasia serangan yang disusun AS dan Israel, pasukan udara Zionis akan membombardir posisi-posisi Hizbullah di Libanon. Serangan ini diharapkan akan memudahkan kelompok pro-pemerintah Libanon untuk menyerang Hizbullah. Bersamaan dengan serangan udara itu, Israel akan mengerahkan tank-tanknya ke selatan Libanon dan terus merangsek ke arah kota Beirut.

Tapi rencana jahat dua sekutu AS dan Israel itu tidak terwujud, setelah Israel menyatakan menarik diri dari rencana tersebut. AS dan Israel, sejak lama memang berambisi menghancurkan kelompok Hizbullah di Libanon yang mereka anggap sebagai kepanjangan tangan negara Iran. (ln/presstv)

Published by: Rana Setiawan

Rana Setiawan (Abu Aqsyira) merupakan Koordinator Liputan dan Redaktur Bahasa Indonesia di Kantor Berita Mi'raj Islamic News Agency (MINA). Juga sebagai aktifis pembebasan Al-Aqsha dan Palestina, aktif di kegiatan-kegiatan amal untuk perjuangan Islam dan Muslimin.

Categories Info terkini2 Komentar

2 thoughts on “Terbongkar, Konspirasi Jahat AS-Israel Serang Hizbullah di Libanon”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s