Qubbah Sakhra Tempat Wisata Paling Lama

Harian Uni Emirat Arab (03/10/2007)

Palestina mempunyai banyak tempat tujuan wisata. Karena kedudukannya sebagai pusat tiga agama dunia. Maka tak heran bila Palestina menjadi tujuan utama wisata agama. Di samping itu, letaknya yang tidak terlalu jauh dari negara-negara Barat, Eropa, Asia atapun Afrika.

Wisata agama di Palestina ini sangat lengkap, karena menampung tiga agama besar di dunia. Seperti tempat mi’rajnya Rasulallah SAW ke langit ke tujuh, setelah beliau melakukan perjalanan  diwaktu malam (isra) dari Makkah menuju al-Quds.

Al-Quds merupakan kiblat pertama Ummat Islam. Di dalamnya terdapat Masjid al-Aqsha, Qubbah Sakhra, dan Masjid Umar Ibnu Khottob.

Sebetulnya banyak tempat-tempat bersejarah yang menjadi tujuan wisata Islami di Palestina. Seperti makam para ulama, makam para Nabi dan para shahabatnya. Di sana terdapat makam Nabi Musa AS di Jericho, Masjid Bilal bin Rabbah di Bet Lehem, Masjid Hasyim di Gaza, Masjid Nasher Shalhuddin di Nablus termasuk di dalamnya makam para mujahid kaum muslimin yang syahid saat perang Salib. Selain itu ada juga makam para wali, seperti makam Syaikh Yusuf, Syaikh Imaduddin, Basyar Hafi dan sejumlah pahlawan Palestina lainya.

Yang paling mengagumkan dari semua tempat wisata itu adalah Qubbah Sakhra, yang memperlihatkan keajaiban teknik bangunan saat itu. Setiap muslim harus punya keinginan untuk mengunjunginya dan berbangga atas hasil kebudayaan bangsa muslim. Semua orang tahu Qubbah Sakhra hanya ada di Palestina. Namun masih sangat sedikit orang yang bisa menyaksikanya.

Kebudayaan Bangunan Islam

Qubbah Sakhra dibangun pada era kekholifahan Bani Umayah, Abdul Malik bin Marwan, kira-kira antara tahun 65-86 H atau 684 – 705 M. menurut catatan yang terdapat di kaligrafi emas yang ditulis dengan khat Kufi di dalam bangunan Qubbah di arah tenggaranya.

Tak diragukan, latar belakang pembangunan Qubbah ini kembali pada semangat keagamaam kaum muslimin dan keterikatan mereka terhadap peristiwa Isra-Mi’raj Rasulallah SAW. Hal ini juga menunjukan pembangunan qubbah ini terjadi saat situasi yang aman dan tentram. Pembangunan Qubbah ini mendorong kaum muslimin dari berbagai pelosok untuk membangun dan mangunjunginya. Apalagi dengan statusnya sebagai kiblat pertama dan al-Haram ketiga setelah Makkah dan Madinah.

Qubbah Sakhra dibangun secara bersama-sama oleh tiga bangsa dunia, Arab, Romawi dan Turki dengan arahan dua insinyur terkenal, Raja bin Hayah al-Kindi (salah seorang ilmuwan Chechnya) dan Yazid bin Salam (ilmuwan Al-Quds). Design bangunan ini terkenal dengan banyaknya tiang yang membentuk segi delapan. Sementara Qubbah yang berada di atasnya melambangkan arsitektur sempurna dan salah satu cirri kebudayaan Islam.

Hiasan dan ukiran yang ada di Qubbah Sakhra menarik perhatian para peneliti atau siapa saja yang menyaksikan keindahan bangunan ini. Yang menggabungkan unsur-unsur arsitektur dan keindahan. Qubbah Sakhra bahkan menjadi salah satu lambang arsitektur islami.

Design Apik dan Sempurna

Qubbah Sakhra dibangun dengan design apik dan serasi. Perancang bangunan ini membuat tiga koridor utama yang menggambarkan arsitektur sempurna dan kebudayaan islam yang mengagumkan. Bangunan ini terdiri dari tiga unsur utama yaitu, Qubbah yang menutupi tanah bangunan berpasir. Dua ruangan, dalam dan luar yang dikelilingi bangunan Qubbah serta bantuk bangunan dalam yang terdiri dari delapan segi.

Adapun Qubbah yang berada di dalamnya berdiri di atas empat tiang. Masing masing setinggi tiga meter. Sementara 12 tiang lainya mengelilingi bangunan tersebut dihiasi batu permata. Tiang-tiang itu tersusun rapi. Diantara dua tiang ada tiga penyangga batu hiasan.

Qubbah Sakhra terdiri dari dua tingkat yang terbuat dari kayu dan bagian luarnya juga bertopang pada pondasi kayu yang mengangkat Qubbah Sakhra di bagian luarnya. Di bagian dalam, Qubbah Sakhra dihiasi relief emas. Adapun di bagian luarnya dipercantik dengan tulisan berbahan tembaga yang berwarna keemasan. Di sekeliling bangunan ini terdapat 10 jendela sebagai tempat masuknya sinar matahari dan ventilasi udara.

Tempat Kunjungan

Selama rentang zaman, kaum muslimin telah memelihara dan melindungi Qubbah Sakhra sebagai tempat kunjungan Islami. Mereka memeliharanya terutama akibat perubahan cuaca dan iklim. Setiap khalifah dan pemimpin kaum muslimin tek pernah melewatkan untuk merenovasi bangunan ini.

Dari sini diketahui, bahwa setiap muslim pasti mengetahui penghargaan sebenarnya untuk Qubbah Sakhra sebagai salah satu peninggalan Islam. Semua orang seharusnya berusaha untuk mengunjunginya serta melihat keindahan bangunan tersebut, sebagai pemuas citra rasa keislaman seseorang.

Kecantikan Budaya Islami

Qubbah Sakhra merupakan bangunan yang sangat berharga dihiasi qubbah emas yang terletak di tengah-tengah areal Masjid Al-Aqsha agak ke sebelah kiri sedikit. Bangunan ini adalah yang paling dahulu dan tempat kunjungan yang paling besar di al-Quds. Di sebut Qubbah Sakhra karena karena tempatnya di sakhra (lapangan pasir). Qubbah Sakhra merupakan salah satu lambang arsitektur Arab Islam pada satu sisi dan keindahan citra rasa seni islami pada sisi lainya. (asy)

Published by: Rana Setiawan

Rana Setiawan (Abu Aqsyira) merupakan Koordinator Liputan dan Redaktur Bahasa Indonesia di Kantor Berita Mi'raj Islamic News Agency (MINA). Juga sebagai aktifis pembebasan Al-Aqsha dan Palestina, aktif di kegiatan-kegiatan amal untuk perjuangan Islam dan Muslimin.

Categories Cinta Al-AqshaTinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s