Dibawah Naungan Al Qur’an

Hidup dibawah naungan Al Qur’an adalah suatu nikmat. Nikmat yang tidak dimengerti kecuali oleh yang merasakannya. Nikmat yang mengangkat harkat usia manusia, menjadikannya diberkahi dan menyucikannya.

Aku hidup dibawah naungan Al Qur’an. Dari tempat yang tinggi, kulihat kejahiliahan yang bergelombang dimuka bumi. Kulihat pula kepentingan-kepentingan penghuninya yang kecil tak berarti. Kulihat kekaguman orang-orang jahiliah terhadap apa yang mereka miliki, bagaikan kanak-kanak; pikiran-pikiran, kepentingan, dan perhatiannya bagaikan anak kecil. Ketika kulihat mereka, aku bagaikan seorang dewasa yang melihat permainan anak-anak kecil, pekerjaan anak-anak kecil serta tutur kata seperti anak kecil.

Mengapa manusia-manusia ini ? Mengapa mereka terbenam didalam lumpur lingkungan, tanpa bisa dan mau mendengar seruan yang luhur dan mulia, seruan yang mengangkat harkat kehidupan, menjadikannya diberkahi dan menyucikannya ?

Aku hidup dibawah naungan Al Qur’an. Kulihat alam wujud ini jauh lebih besar dari kenyataan lahiriah yang terlihat ini. Lebih besar hakekatnya, lebih banyak sisinya. Ia adalah alam gaib dan alam nyata, bukan cuma alam nyata saja. Ia adalah dunia dan akherat, bukan cuma dunia ini saja.

Kematian bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi sebuah tahapan perjalanan itu sendiri. Padahal apa yang didapat manusia dimuka bumi ini bukanlah bagiannya secara keseluruhan, melainkan hanya sejumput kecil saja dari bagiannya itu. Balasan yang terluput dariNya disini, tidak akan terluput disana. Maka tidak ada penganiaayaan, tidak ada pengurangan, dan tidak ada penyia-nyiaan.

Diambil dari sebagian Muqodimah Tafsir Fii Zhilalil Qur’an, Sayyid Quthb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s