Tafsir Qur’an Surat Al Baqarah : 30

Firman Allah Subhanahu Wata’ala:

وَإِذْقَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَئِكَةِ اِنِّى جَاعِلٌ فِىْ الاَرْضِ خَلِيْفَةً قَالُوْا أتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّى أَعْلَمُ مَا لاَتَعْلَمُوْنَ {البقرة: 30}.

“Dan ingatlah tatkala Tuhanmu berkata kepada para Malaikat:’Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi . Mereka bekata:’Mengapa Engkau hendak menjadikan (Khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? Tuhan berfirman:”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui ” (QS.Al-Baqarah: 30).

Menurut Ibnu Katsir, Imam Al-Qurthubi dan ulama yang lain telah menjadikan ayat ini sebagai dalil wajibnya menegakkan khilafah untuk menyelesaikan dan memutuskan pertentangan antara manusia, menolong orang yang teraniaya, menegakkan hukum Islam, mencegah merajalelanya kejahatan dan masalah-masalah lain yang tidak dapat terselesaikan kecuali dengan adanya imam (pimpinan).

Selanjutnya Ibnu Katsir menukilkan kaidah Ushul Fiqh yang berbunyi:

وَمَا لاَ يـَتـِمُّ اْلـوَاجـِبُ إِلاَّ بِهِ فَهـُوَ وَاجـِبٌ.

“Sesuatu yang menyebabkan kewajiban tidak dapat terlaksana dengan sempurn,maka dia menjadi wajib adanya”.

Ayat lain yang menjadi dalil wajibnya menegakkan khilafah adalah:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيْعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي اْلأَمْرِ مِنْكُمْ {النساء: 59}

“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul dan Ulil Amri di antara kamu, (QS.An-Nisa: 59).

Pada ayat ini Allah memerintahkan agar orang yang beriman mentaati Ulil Amri. Menurut Al-Mawardi, Ulil Amri adalah pemimpin yang memerintah umat Islam. Tentu saja Allah tidak memerintahkan umat Islam untuk mentaati seseorang yang tidak berwujud sehingga jelaslah bahwa mewujudkan kepemimpinan Islam adalah wajib. Ketika Allah memerintahkan untuk mentaati Ulil Amri berarti juga memerintahkan untuk mewujudkannya, demikian menurut Taqiyuddin An-Nabhani.

Kewajiban menegakkan khilafah juga didasarkan kepada beberapa hadits Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam antara lain:

لاَ يَحـِلُّ لـِثَلاَثـَةِ يَكـُوْنـُوْنَ بـِفـَلاَةِ مـِنْ فـَلاَةِ اْلاَرْضِ إِلاَّ اَنْ يـُؤَمـِّرَ عـَلـَيْهـِمْ اَحَـدَهُـمْ {رواه أحمد}.

“Tidak halal bagi tiga orang yang berada di permukaan bumi kecuali mengangkat salah seorang diantara mereka menjadi pimpinan” (HR.Ahmad).

Asy-Syaukani berkata:”hadits ini merupakan dalil wajibnya menegakkan kepemimpinan di kalangan umat Islam. Dengan adanya pimpinan umat Islam akan tehindar dari perselisihan sehingga terwujud kasih sayang diantara mereka. Apabila kepemimpinan tidak ditegakkan maka masing-masing akan bertindak menurut pendapatnya yang sesuai dengan keinginannya sendiri. Di samping itu kepemimpinan akan meminimalisir persengketaan dan mewujudkan persatuan”.

Sabda Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam:

كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمُ اْلأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي وَسَيَكُونُ خُلَفَاءُ فَيَكْثُرُونَ قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ فُوا بِبَيْعَةِ اْلأَوَّلِ فَاْلأَوَّلِ أَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ {رواه البخاريعن ابى هريرة}.

“Dahulu Bani Israil senantiasa dipimpin oleh para Nabi, setiap mati seorang Nabi diganti oleh Nabi lainnya dan sesudahku ini tidak ada lagi seorang Nabi dan akan terangkat beberapa khalifah bahkan akan bertambah banyak. Sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, apa yang engkau perintahkan kepada kami? Beliau bersabda: ”Tepatilah bai’atmu pada yang pertama, maka untuk yang pertama dan berilah kepada mereka haknya, maka sesungguh nya Allah akan menanyakan apa yang digembala kannya.” (HR.Al-Bukhari dari Abu Hurairah).

Hadits ini di samping menginformasikan kondisi Bani Israil sebelum Rasulullah Sallallahu ‘Alahi Wasallam diutus sebagai Rasul dan Nabi terakhir yangs selalu dipimpin oleh para Nabi, juga merupakan Nubuwwah Rasulullah Sallallahu ‘Alahi Wasallam tentang peristiwa yang akan dialami umat Islam sepeninggal beliau.

Nubuwwah adalah pengetahuan yang diberikan oleh Allah kepada Rasulullah Sallallahu ‘Alahi Wasallam tentang peristiwa yang akan terjadi.

Pada hadits ini Rasulullah Sallallahu ‘Alahi Wasallam menjelaskan bahwa sepeninggal beliau umat Islam akan dipimpin oleh para khalifah, seperti Bani Israil dipimpin oleh para Nabi. Para khalifah ini akan memimpin umat Islam seperti para Nabi memimpin Bani Israil hanya saja mereka tidak menerima wahyu.

Oleh karena itu Abu Al-Hasan Al-Mawardi (w.450 H) mendefinisikan Imaamah (kepemimpinan umat Islam) sebagai

موضوعة لخلافة النبوة فى حراسة الدين وسياسة الدنيا.

“Kedudukan yang diadakan untuk menggantikan kenabian dalam rangka memelihara agama dan mengatur dunia).

Kata السياسة yang merupakan masdar dari kata ساس- يسوس , menurut An-Nawawi dalam “Syarh Muslim” mempunyai pengertian :

القيام على الشيئ بما يصلحه. “Mengatur sesuatu dengan cara yang baik”

Ketika menjelaskan hadits di atas Ibnu Hajar Al-Asqolani berkata:”Di dalamnya mengandung petunjuk tentang keharusan adanya pemimpin bagi masyarakat (Islam) yang akan mengatur urusan mereka dan membawanya ke jalan yang baik serta melindungi orang-orang yang teraniaya”.

Para ulama mengomentari kewajiban menegakkan khilafah (kepemimpinan umat Islam) sebagai berikut


a. Asy Syaikh Muhammad Al-Khudlri Bik

Di dalam “Itmam Al-Wafa” mengatakan bahwa umat Islam telah sepakat tentang wajibnya menegakkan khilafah (kepemimpinan Islam) setelah Rasulullah Sallallhu ‘Alaihi Wasallam.

b. Al-Jurjani

“Mengangkat Imam adalah salah satu dari sebesar-besar maksud dan sesempurna-sempurnanya kemaslahatah ummat”.

c. Al-Ghazali.

“Ketentraman dunia dan keamanan jiwa dan harta tidak tercapai kecuali dengan adanya pimpinan yang ditaati oleh karenanya orang mengatakan:’Agama dan pimpinan adalah dua saudara kembar’. Dan karenanya pula orang mengatakan:’Agama adalah sendi dan pimpinan adalah pengawal. Sesuatu yang tidak ada akan hancur, dan sesuatu yang tidak ada pengawal akan tersia-sia.

d. Ibnu Khaldun

“Mengangkat Imam adalah wajib. Telah diketahui wajibnya pada syara’ dan ijma’ sahabat dan tabi’in. mengingat bahwa para sahabat segera membai’at Abu Bakar stelah Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam wafat dan menyerahkan urusan masyarakat kepadanya. Demikian pula pada tiap masa sesudah itu tidak pernah masyarakat diabiarkan dalam keadaan tidak berpemimpin. Semuanya merupakan ijma’ yang menunjukkan kewajiban adanya Imam.

e. Al-Mawardi

“Andaikata tidak ada Imam, masyarakat tentu menjadi kacau balau (anarkhis) dan tidak ada yang memperhatikan kepentingan mereka.

f. Yusuf Al-Qardhawi

“Disebutkan dalam “Mandzumah Al-Yanharah”

وواجـب نـصـب امام عادل # بالـشـرع فاعـلم لابحـكـم العـقـل.

“Kewajiban mengangkat Imam yang adil # adalah ketentuan syara’ buakan ketetapan akal”.

Oleh karena itu muslimin yang tidak memiliki Imam atau Khalifah, maka mereka semuanya menanggung dosa. Karena mereka telah melalaikan satu kewajiban, yaitu fardlu kifayah yang menjadi tanggung jawab mereka bersama untuk melaksanakannya.

Periodisasi Kepemimpinan Umat Islam

Dari Nu’man bin Basyir Radiallahu ‘Anhu, Rasulullah Sallallahu ‘Alahi Wasallam bersabda:

تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ {رواه احمد}.

”Adalah masa Kenabian itu ada di tengah tengah kamu sekalian, adanya atas kehendaki Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Khilafah yang menempuh jejak kenabian (Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah), adanya atas kehandak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya (menghentikannya) apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Kerajaan yang menggigit (Mulkan ‘Adldlon), adanya atas kehendak Allah. Kemu- dian Allah mengangkatnya apabila Ia meng hendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Kerajaan yang menyom bong (Mulkan Jabariyah), adanya atas kehendak Allah. Kemu dian Allah mengangkatnya, apabila Ia menghen daki untuk mengang katnya. Kemudian adalah masa Khilafah yang menempuh jejak Kenabian (Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah).” Kemudian beliau (Nabi) diam.” (HR.Ahmad).

Menurut hadits ini kepemimpinan umat Islam akan mengalami 4 periode:

1. Masa Kenabian

Yaitu masa umat Islam dipimpin oleh Rasulullah Sallallhu ‘Alaihi Wasallam, masa kenabian ini selama 23 tahun

2. Masa Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah

Yaitu masa umat Islam dipimpin oleh para khalifah yang mengikuti jejak Rasulullah Sallallhu ‘Alaihi Wasallam. Masa ini dimulai dengan dibai’atnya Abu Bakar As-Siddiq sebagai Khalifah setelah Rasulullah Sallallhu ‘Alaihi Wasallam wafat. Oleh karena itu Abu Bakar sebagai Khalifah yang pertama menyebut dirinya sebagai Khalifah Rasulullah (pengganti Rasulullah Sallallhu ‘Alaihi Wasallam). Selanjutnya Umar bin Khattab, sebagai Khalifah kedua menyebut dirinya sebagai Khalifah Khalifah Rasulullah (penggantinya pengganti Rasulullah Sallallhu ‘Alaihi Wasallam). Khalifah ketiga, Utsman bin Affan, karena sebutannya terlalu panjang, hanya disebut Khalifah. Mulai sejak itu sebutan Khalifah dipakai secara populer. Sebutan tersebut terus dipakai sampai ke masa Ali bin Abi Thalib, sebagai khalifah keempat.

Masa Khilafah ‘Ala Mihajin Nubuwwah ini berlangsung selama kurang lebih 30 tahun, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Sallallhu ‘Alaihi Wasallam:

الْخِلاَفَةُ فِي أُمَّتِي ثَلاَثُونَ سَنَةً ثُمَّ مُلْكٌ بَعْدَ ذَلِكَ {رواه ابو داود والترمذي}

“Masa pada ummatku itu tiga puluh tahun kemudian setelah itu masa kerajaan (HR.Abu Dawud dan Tirmidzi).

3. Masa Mulkan

Yaitu masa umat Islam dipimpin oleh para raja. Sebagai raja pertama adalah Mu’awiyah bin Abu Sufyan (w. 60 H).

Dalam sebuah atsar yang diriwayatkan oleh Ahmad, Mu’awiyah bin Abu Sufyan pernah berkata kepada Abdurrahman bin Abi Bakrah:

اَتَـقـُوْلُ اْلمُلـْكُ؟ فَقَدْ رَضِيـْنـَا بِاْلمـُلـْكِ.

“Apakah kamu berkata kami raja? Sungguh kami ridha dengan kerajaan”.

Masa Mulkan (kerajaan) ini terdiri dari dua periode yaitu Mulkan Adlan (kerajaan yang mengigit) dan Mulkan Jabariyah (kerajaan yang menyombong). Para ahli sejarah mencatat bahwa masa mulkan ini berakhir dengan diruntuhkannya Dinasti Utsmaniyah di Turki oleh Mustafa Kamal Pasya pada tahun 1342 H / 1924 M.

4. Masa Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah

Yaitu masa umat Islam akan kembali dipimpin oleh para Khalifah yang mengikuti jejak kenabian setelah berlalunya masa Mulkan (kerajaan).

Usaha Menegakkan Khilafah Setelah Runtuhnya Dinasti Utsmaniyah di Turki.

Usaha menegakkan khilafah yang sesuai dengan tuntunan syari’at Islam telah dimulai sejak melemahnya Dinasti Utsmaniyah. Upaya ini diawali dengan dibentuknya Pan Islamisme di akhir abad ke-19 yang dipelopori oleh Jamaluddin Al-Afghani (1839-1897).

Tujuan utama Pan Islamisme adalah mengembalikan kekhalifahan tunggal bagi dunia Islam sebagaimana yang terjadi pada masa Khulafaur Rasyidin Al-Mahdiyyin. Walaupun Pan Islamisme tidak memperlihatkan hasil konkrit namun telah menyadarkan umat Islam di berbagai tempat tentang pentingnya kesatuan dan kekhalifahan Islam.

Pada tahun 1919 di India telah dibentuk “All India Khilafah Conference” yang secara rutin mengadakan pertemuan-pertemuan untuk membicarakan dan mengusahakan penyatuan ummat dan tegaknya khilafah. Pada tahun 1921, di Karachi diadakan lagi konferensi yang kedua dengan tujuan yang sama. Pada tahun 1926 di Kairo, Mesir diselenggarakan Kongres Khilafah yang diprakarsai oleh para ulama Al-Azhar.

Di samping itu masih banyak kongres-kongres lain yang diselenggarakan untuk menegakkan kembali khilafah di tengah kaum muslimin, namun belum membuahkan hasil yang mendasar.

Di Indonesia usaha menegakkan khilafah juga dilakukan oleh beberapa Organisasi Islam yang akhirnya terbentuk Komite Khilafah pada tahun 1926 yang berpusat di Surabaya. Tokoh-tokoh Islam Indonesia yang mempunyai perhatian besar terhadap penegakkan khilafah antara lain, HOS.Cokroaminoto, KH.Mas Mansur, KH.Munawar Khalil, Abdul Karim Amrullah dan Wali Al-Fatah.

Di antara tokoh-tokoh tersebut Wali Al-Fatah (1326H-1396H / 1908M-1976M) adalah salah seorang yang konsisten dan secara transparan menda’wahkan wajibnya umat Islam menegakkan Khilafah dan mengangkat Imam.

Wali Al-Fatah menyatakan adanya Imam adalah wajib bagi umat Islam. Pelanggaran atas hal tersebut adalah dosa besar dan ini berarti suatu anarkhi, suatu perbuatan sendiri-sendiri yang tidak ada contohnya dalam syari’at Islam yang akan mengakibatkan timbulnya perpecahan di mana masing-masig kelompok atau golongan mengaku benarnya sendiri.

Wali Al-Fatah mengingatkan bahwa umat Islam akan dapat bersatu apabila mereka mempunyai Imam (pimpinan).

Satu umat tanpa pimpinan bukan umat namanya, tetapi hanya segundukan manusia yang masing-masing mengaku sebagai muslim tetapi tidak ada yang memimpin dan yang mengontrol.

Oleh karena itu Wali Al-Fatah mengajak para ulama untuk segera bangkit menelaah masalah kepemimpinan umat Islam dan mengangkat Imam sehingga kesatuan umat Islam dapat terwujud.

Namun ajakan ini kurang mendapat sambutan. Mereka menganggap ajakan ini bagaikan memutar jarum sejarah dan mengajak umat Islam kembali ke zaman unta bahkan ada yang berpendapat bahwa tidak mungkin umat Islam dapat disatukan.

Mengingat pentingnya masalah kepemimpinan umat Islam ini, Wali Al-Fatah bersedia memikul beban untuk dibai’at menjadi Imaamul Muslimin. Pembai’atan ini dilaksanakan di Jakarta pada 10 Dzulhijjah 1372H / 20 Agustus1953M.

Setelah pembai’atan dilakukan, kemudian selama beberapa tahun diumumkan ke seluruh dunia untk mencari informasi apakah di tempat lain sudah ada Imam yang lebih dahulu dibai’at.

Sebagai konsekwensi apakah sudah ada Imam yang lebih dahulu dibai’at maka Wali Al-Fatah bersedia menjadi ma’mum karena tidak boleh ada dua Imam dalam satu masa bagi dunia Islam, sebagaimana sabda Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam:

إِذَا بُويِعَ لِخَلِيفَتَيْنِ فَاقْتُلُوا الْآخَرَ مِنْهُمَا {مسلم}

“Apabila dibai’at dua khalifah (dalam satu masa), maka bunuhlah yang lain dari keduanya. (yaitu yang terakhir).” (HR. Muslim).

Sampai dengan Wali Al-Fatah meninggal dunia pada tahun 1396H / 1976M tidak didapat informasi bahwa di tempat lain sudah ada Imam yang dibai’at lebih dahulu. Maka sebelum jenazahnya dikuburkan, pada hari Sabtu 28 Dzulqa’dah 1396H / 20 November 1976M dibai’atlah sebagai penggantinya, hamba Allah Muhyiddin Hamidy menjadi Imaamul Muslimin hingga sekarang.

Mungkinkah Umat Islam Bersatu?

Menjawab keraguan orang tentang kemungkinan bersatunya umat Islam di bawah seorang Imam (khalifah), Dr.Yusuf Al-Qardhawi dengan tegas mengatakan bahwa kesatuan umat Islam adalah realita dan pasti akan terwujud bukan sebuah khayalan (utopia).

Di dalam risalahnya yang berjudul “Al-Ummah Al-Islamiyah Haqiqah la Wahn” beliau menyebutkan 6 (enam) criteria tentang kepastian terwujudnya kesatuan umat Islam:

1. Menurut Logika Agama

Al-Qur’an di dalam beberapa ayat menyatakanbahwa kaum muslimin adalah امة balikan امة واحدة bukan امما (beberapa umat). Hal ini dapat dilihat pada Surat Al-Baqarah: 143, Ali-Imran: 110, Al-Anbiya: 92, Al-Mu’minun: 52.

Sedang di dalam sunnah NAbi Shalallahu alaihi wa Sallam banyak sekali hadits yang menjelaskan pengertian umat sebagaimana yang disebutkan di atas, misalnya:

كان امتي يدخلون الجنة إلا من ابى {البخاري}.

“Semua umatku akan masuk surga kecuali yang tidak mau” (HR. Bukhari)

2. Menurut Logika Sejarah

Umat Islam pernah bersatu di bawah seorang khalifah dalam masa hampir seribu tahun dan meliputi daerah yang sangat luas mulai dari Cina di sebelah Timur dan Andalusia (Spanyol) di sebelah Barat. Walaupun pernah pula muncul beberapa khalifah dan ada sebagian wilayah yang memisahkan diri namun secara umum umat Islam tersebut masih merasa bahwa mereka adalah salah satu bagian yang tak terpisahkan dari umat yang satu. Hal ini dikarenakan tujuan mereka satu, musuh mereka satu maslahah mereka satu dan beberapa unsure lain yang mengharuskan mereka tetap bersatu.

3. Menurut Logika Geografis

Dengan kehendak Allah, umat Islam menempati negeri-negeri yang saling berdekatan dan sambung menyambung antara satu dengan yang lainnya mulai dari Jakarta di sebelah Timur hingga Rabbath Al-Fath di sebelah Barat. Atau mulai dari Samudra Pasifik ke Samudra Atlantik.


4. Menurut Logika Realita

Secara realita umat Islam adalah umat yang satu. Hal ini kita lihat ketika sebagian umat Islam menderita maka sebagian yang lain ikut merasa penderitaan itu.

Dalam kasus Masjid Al-Aqsha (Palestina) misalnya, kita lihat seluruh umat Islam di mana saja bangkit memberikan bantuan kepada Mujahidin yang berusaha membebaskan masjid Al-Aqshadari cengkeraman Zionis Yahudi.

Begitu juga kasus Bosnia-Herzigovina, dengan penuh perhatian kaum muslimin seluruh dunia mengikuti perkembangan perjuangan muslimin Bosnia dari hari ke hari dan memberikan bantuan apa saja yang mereka butuhkan

Setelah dunia Arab kalah dalam pertempuran melawan Israel pada tahun 1967, maka ketika dibuka pendaftaran sukarelawanuntuk membebaskan Palestina dari cengkeraman Isarel, orang yang paling banyak mendaftarkan adalah kaum muslimin dari Pakistan. Sementara itu dalam jihad di bumi Afghanistan melawan komunis Rusia, kebanyakan mujahidin yang datang adalah kaum muslimin Arab, Afrika, Eropa dan Amerika.

Sampai saat ini para khatib seluruh dunia Islam senantiasa memanjatkan do’a pada setiap Jum’at untuk kebaikan, kesejahteraan dan kemuliaan negeri-negeri Islam seluruh dunia.

Dr. Yusuf Al-Qardhawi mengecualikan kesatuan menurut logika realita ini dari kelompok pemimpin yang otoriterdan para pemikir yang mengekor Barat karena mereka ini adalah individu muslim yang telah terpisah dari nurani umat dan mereka tidak pernah mau merasakan derita yang menimpa umat Islam.

5. Menurut Logika Non Muslim

Orang-orang non muslim tidak pernah menjadikan realita perpecahan dan perselisihan yang terjadi di kalangan umat Islam sebagai bukti bahwa umat Islam telah terpecah belah. Mereka tetap menganggap bahwa umat Islam itu adalah satu umat. Apabila terjadi perpecahan hanyalah perpecahan lahiriyah saja tetapi perasaan mereka tetap satu.

6. Menurut Logika Maslahat dan Tuntutan Zaman.

Seandainya perwujudan umat Islam dalam arti yang sebenarnya tidak ada menurut logika agama, sejarah, geografis, realitas kehidupan dan persepsi orang non muslim, maka sesuai logika maslahat dan tuntutan zaman wajib bagi kita menciptakan dan mengusahakan kesatuan umat Islam. Karena mustahil umat Islam akan mampu bersaing di era tekhnologi canggih ini secara sendiri-sendiri sementara itu kita saksikan negara-negara industri maju berkerja sama untuk menciptakan produk-produk tercanggih yang sejalan dengan tekhnologi terkini.

Pada masa lalu umat Islam memiliki seorang khalifah yang dapat mengajak umat Islam untuk bertindak bersama-sama dalam mengatasi problematika yang mereka hadapi. Mereka yang lemah dapat meminta pertolongan kepada khalifah apabila ada yang mengganggu. Hal ini menyebabkan musuh-musuh Islam berfikir panjang apabila hendak mengganggu umat Islam. Namun hari ini umat Islam tidak memiliki seorang khalifah yang melindungi mereka. Umat Islam telah melakukan kesalahan besar dengan menyia-nyiakan institusi khilafah dan tidak mampu mewujudkan gantinya. Aib (kesalahan) ini adalah kesalahan umat Islam bukan kesalahan Islam karena Islam telah mempersatukan umatnya dan mensyria’atkan tuntunan yang dapat mewujudkan kesatuan mereka dan memelihara keselamatan mereka.

Demikian sebagian uraian Dr. Yusuf Al-Qardhawi tentang kriteria yang memperkuat bukti akan terwujudnya kesatuan umat Islam. Namun kesatuan itu tidak akan datang begitu saja. Untuk mewujudkannya perlu kerja keras dan perjuangan yang berkesinambungan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkan kerja keras dala menggapai cita-cita, sebagaimana firman-Nya:

إن الله لايغير ما بقوم حتى يغيروا ما بانفسكم {الرعد: 11}.

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada mereka sendiri” (QS.Ar-Ra’d: 11).

Usaha yang paling fundamental untuk mewujudkan persatuan umat adalah dengan menegakkan institusi khilafah / imaamah. Karena hanya dengan adanya seorang khalifah / imam umat Islam dapat bersatu.

Dengan dibai’atnya Wali Al-Fatah sebagai Imaamul Muslimin berarti umat Islam telah memiliki Imam kembali. Apabila pada pembai’atan tersebut atau pada perjalanan keimaamahan sesudahnya dipandang terdapat berbagai kekurangan maka tugas umat Islam bersama untuk menyempurnakannya. Karena masalah Imam, bukan masalah yang harus diperebutkan tetapi masalah kewajiban syari’at.

Siapapun yang dibai’at, asal memenuhi syarat maka yang lain wajib membai’atnya dan mentaatinya.

Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

إن امر عليكم عبد مجدع (حسبتها قالت) أسود يقودكم بكتاب الله فاسمعوا له وأطيعوا {مسلم عن يحي بن حصين}.

“Apabila diangkat untuk memimpin kamu seorang budak yang terpotong hidungnya –say (Yahya bin Hushain) mengira, dia (Ummu Hushain) berkata-yang hitam, selama memimpin kamu dengan kitab Allah maka dengarlah dan taatilah (HR.Muslim dari Yahya bin Hushain).

Wallahu A’lam Bissawwab

Maraji’

1. Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim, Toha Putra, Semarang, t.t.

2. Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fath Al-Bari, Dar Al-Fikr, t.t.

3. An-Nawawi, Syarh Muslim, Dahlan, Bandung, t.t.

4. Asy-Syaukani, Nail Al-Authar, Dar Al-Fikr, t.t.

5. Al-Mawardi, Al-Ahkam Al-Sulthaniyah, Al-Nas’ani Al-Halabi, 1326H.

6. Muhammad Al-Khudlri Bik, Itmam Al-Wafa’, Maktabah Tsaqafiyah, Beirut, 1402H.

7. Yusuf Al-Qardhawi, Al-Ummah Al-Islamiyah Haqiqah la Wahn, Maktabah Wahbah, t.t.

8. Wali Al-Fatah, Khilafah “Ala Minhajin Nubuwwah, Amanah, Bogor, 1415H.

9. Taqiyuddin An-Nabhani, Sistem Khilafah, Terjemah.Muhammad Al-Khaththath, dkk, Khazanal Islam, Jakarta, Cetakan I, 1416H.

10. Dewan Redaksi, Ensiklopedi Islam, Ikhtiar Baru Van Hoeve, Jakarta, Cetakan VI, 1999.

Sumber : http://www.jamaahmuslimin.com/tafsir/qs2-30.asp

Khilafah ‘ala minhajin Nubuwwah Solusi Perpecahan muslimin & Kejayaan Islam…

Tafsir Qur’an Surat Ali Imran ayat 103

واَعْتصِمُواْ بِحَبْلِ الله جَمِيْعًا وَلاَ تَفَـرَّقوُا وَاذْ كـُرُو نِعْمَتَ الله عَلَيْكُمْ إٍذْكُنْتُمْ أَعْـدَاءً  فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلـُوبِكُمْ  فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنْتُمْ عَلىَ شَفاَ خُـفْرَةٍ  مِنَ النَّاِر فَأَنْقـَدَكُمْ مِنْهَا كَذَالِكَ يُبَبِّنُ اللهُ لَكُمْ اَيَاتِهِ لَعَلـَّكُمْ تَهْـتَدُونَ ’{ال عـمران 103}

Artinya :

“Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah   dan janganlah kamu sekalian berpecah belah, dan ingatlah nikmat Allah atas kamu semua ketika kamu bermusuh-musuhan maka Dia (Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu  maka kamu menjadi bersaudara sedangkan kamu diatas tepi jurang api neraka, maka Allah mendamaikan antara hati kamu. Demikianlah Allah menjelaskan ayat ayatnya  agar kamu mendapat petunjuk”

(Q.S. Ali Imron ayat 103)

A.           MAKNA LAFDZI

Maka kamu menjadi

فَأَصْبَحْتُمْ

Dan berpegang teguhlah kamu sekalian

وَعْتصِمُواْ

Dengan nikmat-Nya

بِنِعْمَتِهِ

dengan tali allah

بِحَبْلِ الله

Bersaudara

إِخْوَاناً

seraya berjama’ah

جَمِيْعًا

Sedangkan kamu semua

وَكُنْتُمْ

dan janganlah kamu sekalian berpecah belah

وَلاَ تَفَـرَّقوُا

Di tepi jurang

عَلىَ شَفاَ خُفْرَةٍ

dan ingatlah kamu semua

وَاذْ كـُرُوا

Api Neraka

مِنَ النَّاِر

Nikmat Allah

نِعْمَتَ الله

Maka Allah menyelamatkan kamu dari padanya

فَأَنْقـَدَكُمْ مِنْهَا

Atas kamu

عَلَيْكُمْ

Demikianlah Allah menjelaskan kepada kamu

كَذَالِكَ يُبَبِّنُ اللهُ لَكُمْ

Ketika kamu (dahulu) bermusuh-musuhan

إٍذْكُنْتُمْ أَعْـدَاءً

Ayat-ayatnya

اَيَاتِهِ

Maka Dia menjinakkan antara hati-hati kamu

فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلـُوبِكُمْ

Agar kamu mendapat petunjuk

لَعَلـَّكُمْ تَهْتَـدُونَ

B. MAKNA GLOBAL

“Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah dan janganlah kamu sekalian berpecah belah, dan ingatlah nikmat Allah atas kamu semua ketika kamu bermusuh-musuhan maka Dia (Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu  maka kamu menjadi bersaudara sedangkan kamu diatas tepi jurang api neraka , maka Allah mendamaikan antara hati kamu. Demikianlah Allah menjelaskan ayat ayatnya  agar kamu mendapat petunjuk”

C. PENJELASAN KALIMAT.

Yang dimaksud “tali Allah” adalah Al-Qur’an sesuai dengan hadits Harits Al A’war dari Ali yang diriwayatkan secara marfu’ tentang sifat Al-Qur’an disebutkan bahwa,

“هُوَ حَبْلُ اللهِ المَتِيْنُ وَصِرَاطُهُ الْمُسْتَقِيْمَ”

(Al-Qur’an itu adalah tali Allah yang kokoh dan jalan-Nya yang lurus. )

Dalam hadits Abdullah yang di riwatkan oleh Ibnu mardawaih, bahwasannya Rasulullah Shalallahu Alaihi wa salam bersabda:

” اِنََ هَذاَالْقُرْأَنَ هُوَ حَبْلُ اللهِ الْمَتِيْنُ وَهُوَ النُّوْرُ الْمُبِيْنُ  وَهُوَ الشِّفاَءُ النَّافِعُ عِصْمَةَ لِمَنْ تَمَسَّكَ بِهِ وَنَجَاةً لِمَنِ اتَّبَعَهُ “

(“Sesungguhnya Al-Qur’an adalah tali Allah yang kokoh, cahaya yang menerangi, penawar yang memberi manfaat, sebagai penjaga bagi orang yang berpegang teguh dengannya dan penyelamat bagi yang mengikutinya“)

Abu Ja’far Ath-Thobari meriwayatkan hadits ‘Athiyyah bin Abi Sa’id, bahwasannya Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda:

“كَتَبَ اللهُ هُوَ حَبْلُ اللهُ المَمْدُودُ مِنَ السَّـمَاءِ اِلَى الآَرْضِ”

(“Kitab Allah itu adalah tali Allah yang di ulurkan dari langit ke bumi “) Tafsir Ibnu Katsir I/388-389.

Menurut Ibnu Mas’ud, yang dimaksud “tali Allah” adalah Al-Jama’ah, Al-Qurthubi menyatakan, sesungguhnya Allah memerintahkan supaya bersatu padu dan melarang berpecah belah, karena perpecahan itu adalah kerusakan dan persatuan (Al-Jama’ah) itu adalah keselamatan. (Tafsir Qurthubi IV/159)

Sebagian Ulama ada yang mengatakan bahwa “tali Allah” itu adalah Dinnullah, menurut sebagian Ulama yang lain; Taat kepada Allah, Ikhlas dalam bertaubat, janji Allah. Al-Imaam Fakhrur Razi menyimpulkan bahwa seluruh penafsiran tersebut pada hakekatnya saling melengkapi, karena Al-Qur’an, janji Allah, Dinnullah, taat kepada Allah dan Al-Jama’ah dapat menyelamatkan orang yang berpegang teguh dengannya supaya tidak terjatuh kedalam dasar Neraka Jahannam, maka hal-hal tersebut dijadikan sebagai tali Allah agar mereka berpegang teguh dengannya (Tafsir Al-Kabir VIII/162-163).

  • ·   Lafadz Jami’an جَمِيْعًا adalah sebagai “Haal” yang menjelaskan tentang cara berpegang teguh kepada tali Allah, yaitu dengan cara bersatu padu (berjama’ah) (Tafsir Abi Su’ud Juz I/66). Hal ini disesuaikan dengan :

1.       sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Salam.

” تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْـلِمِيْنَ وَإِمَامَهُمْ “

“Tetaplah kamu pada Jama’ah Muslimin dan Imam mereka “(Muttafaq alaih dari Hudzaifah bin Yaman)

2.       Makna yang di berikan oleh para Mufasirin, diantaranya sahabat Abdullah bin Mas’ud menyebutkan bahwa yang di maksud adalah “Al-Jama’ah” (Tafsir Qurthubi Juz III/159, Tafsir Jami’ul Bayan Juz IV/21).

3.   Az-Zajjaj berkata: “kalimat  “Jami’an جَمِيْعًا” adalah dibaca nashob karena menjadi “haal” (Tafsir Jadul Masir juz I/433).

4.       Adanya Qorinah lafdziyah, yaitu “wala tafarroqu” yang jatuh setelah kalimat “Jami’an”, Ibnu Katsir berkata bahwa yang dimaksud adalah Allah memerintahkan kepada mereka dengan berjama’ah dan melarang mereka berfirqoh-firqoh (berpecah belah) (Tafsir Ibnu Katsir juz I/189)

Tidak semua kalimat Jami’an dalam Al-Qur’an artinya bersama-sama (berjama’ah/bersatu padu), sebagaimana pula tidak semua kalimat “jami’an” berarti keseluruhan/semuanya. Sedikitnya ada empat ayat yang dalam Al-Qur’an kalimat “jami’an“ yang harus diartikan berjama’ah (bersama-sama/bersatu padu), yaitu surat Ali-Imran ayat 103, surat An-Nisa ayat 71, surat An-Nur ayat 61 dan surat Al-Hasyr ayat 14.

Yang dimaksud dengan ” وَلاَ تَفَرَّقُوْا ” (Janganlah kamu bercerai berai yaitu berpecah belah dalam agama,sebagaimana berpecah belahnya orang-orang Yahudi dan Nasrani dalam melaksanakan agama mereka). Disebutkan dalamam hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Abu Hurairoh, bahwasannya Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda:

” تَفَرَّقَتِ الْيَهُودُ عَلَى اِحْدَى وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً اَوِثْنَـتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَالنَّـصَارَى مِثْلُ ذَالِكَ وَتَفْـتَرِقُ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثِ وَسَبْـعِيْنَ فِرْقَـةً كُلَّهَا فِى النَّـارِ اِلاَّ وَاحِـدَةً وَهِيَ الجَمَاعَةُ “

“Orang-orang Yahudi telah berpecah belah menjadi 71 golongan atau 72 golongan dan orang-orang Nasrani demikian juga, sedang umatku berpecah belah menjadi 73 golongan semuanya masuk neraka kecuali satu, yaitu Al-Jama’ah.”

  • ·         Ni’mat Allah yang disebut dalam ayat ini yang terbesar adalah Islam yang mengikuti Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa salam, sesungguhnya ni’mat ini dapat menghilangkan permusuhan dan perpecahan, sehingga ada kasih sayang dan persatuan.
  • ·         Yang dimaksud “kamu berada di tepi jurang api neraka, maka Dia (Allah) menyelamatkan kamu darinya” Bahwa kaum Muslimin ketika masih berada dalam masa jahiliyah, dimana mereka saling bermusuh-musuhan dan senantiasa melakukan berbagai macam kemaksiatan, pada saat yang demikian itu mereka berada di ambang pintu neraka. Namun ketika mereka bertaubat dengan memeluk Islam dan meninggalkan perilaku-perilaku Jahiliyah, maka mereka diselamatkan dari ancaman api neraka dan dijauhkan dari pintu jahannam.

D. KANDUNGAN AYAT.

Disebutkan dalam Tafsir Al-Manar bahwa, ayat ini sebagai jalan keluar untuk memenuhi perintah Allah supaya bertakwa dengan sebenar-benarnya takwa yang di sebutkan pada ayat sebelumnya dan untuk menjauhi larangan agar tidak meninggal atau mati kecuali dalam keadaan Islam. (Q.S. Ali Imran : 102). Agar perintah dan larangan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, maka hendaklah orang-orang yang beriman berpegang teguh (mengamalkan) Al-Qur’an dengan berjama’ah (bersatu padu) (Tafsir Al-Qur’anul Hakim juz III/19).

Dalam ayat ini Allah subhanahu wata’ala mewajibkan supaya berpegang teguh kepada Qur’an dan Sunnah nabi-Nya dan agar menyelesaikan permasalahanya berdasarkan keduanya. Allah juga memerintahkan agar berjama’ah dalam mengamalkan islam, sebab dengan cara damikian maka akan ada kesepakatan dan kesatuan yang merupakan syarat utama bagi kebaikan dunia dan agama. (Tafsir Al-Qurthubi juz IV/163).

Ayat ini melarang berpecah belah (berkelompok-kelompok) dalam agama, sebagaimana berpecah-belahnya ahli kitab atau orang-orang jahiliyah yang lain. Ayat ini juga melarang melaksanakan segala sesuatu yang dapat menimbulkan perpecahan dan menghilangkan persatuan. (Tafsir Abi Su’ud juz I/66)

Ibnu Katsir menyebutkan bahwa ayat ini mengisahkan tentang keadaan suku Aus dan Khajraj. Pada masa Jahiliyah kedua suku tersebut saling bermusuhan dan berperang selama 120 tahun. Setelah mereka memeluk Islam Allah menyatukan hati mereka sehingga mereka menjadi bersaudara dan saling menyayangi. Ketika orang-orang Aus dan Khajraj sedang berkumpul dalam satu majlis, kemudian ada seorang Yahudi yang melalui mereka, lalu ia mengungkit-ungkit permusuhan dan peperangan mereka pada bani BU’ATS. Maka permusuhan diantara kedua suku tersebut mulai memanas kembali, kemarahan mulai timbul, sebagian mencerca sebagian lain dan keduanya saling mengangkat senjata, lalu ketegangan tersebut disampaikan kepada nabi shallallahu alaihi wa salam. Kemudian beliau mendatangi mereka untuk menenangkan dan melunakkan hati mereka, seraya bersabda:

“Apakah dengan panggilan-panggilan jahiliyah, sedang aku masih berada di tengah-tengah kalian?.” Lalu beliau membacakan ayat ini. Setelah itu mereka menyesal atas apa yang telah terjadi dan berdamai kembali seraya berpeluk-pelukan dan meletakan senjata masing-masing.

والله أعـلم بالصواب

Qubbah Sakhra Jantung Al-Aqsha Yang Terancam

Qubbah Skahra yang berada di lingkungan masjid Al-Aqsha berada di sudut sebelah tenggara pelataran Al-Haram Al-Quds. Sementara Masjid Al-Aqsha berada di dataran tinggi yang terlihat dan Qubbah Sakhra berada lebih tinggi di dataran ini. Letak tengahnya lebih condong ke sebelah barat sedikit. Dengan letak seperti ini, Qubbah Sakhra terlihat sebagai bentuk asli dari Masjid Al-Aqsha yang merupakan kiblat pertamanya ummat Islam dan al-Haram kedua setelah Makkah Mukarramah. Qubbah Sakhra sebagai padang pasir yang bersambung dengan dataran tinggi dari semua arah, kacuali satu arah, dimana terdapat gua kecil. Kadang kata Sakhra hanya symbol saja bukan sebenarnya. Seperti Sakhra Baitul Maqdis, maksudnya dataran tinggi muriah secara keseeluruhan yaitu Masjid Al-Aqsha.

Sejarah :
Qubbah Sakhra di Jantung Al-Aqsha Bangunan Islam Tertua
Qubbah Sakhra adalah bagian sentral dari Al-Aqsha. Adalah suatu tempat dimana Rasulallah SAW melakukan mi’rajnya ke Sidratul Muntaha dalam perjalananya isranya dari Masjid Al-Haram Makkah menuju Baitul Maqdis Al-Aqsha, sebelum Umar ibnu Khottob menaklukan Al-Quds tahun 16 H/637 M.
Untuk memperingati peristiwa ini dan selaras dengan kedudukanya sebagai tempat suci agama, maka dibuat proyek pembangunan Masjid Al-Aqsha Mubarak yang menggambarkan kemajuan Islam pada dua masa kekhalifahan Bani Umayah, Abdul Malik Marwan dan Al-Walid bin Abdul Malik yang memerintah Al-Quds antara tahun 65-96 H/685-715 M.

Bangunan :
Sakhra dimana berdiri di atasnya Qubbah
Proyek pembangunan Masjid Al-Aqsha dimulai pada zaman Bani Umayah yang membangun Qubbah yang besar di atas Sakhra Musyarrafah kurang lebih 20 meter dan setinggi 2 meter di atas bangunan masjid. Pembuatan qubbah tersebut memakan waktu tujuh tahun, hingga sempurna menjadi Masjid Al-Aqsha yang suka dikenal Masjid Al-Qibali tahun 72 H. Semunya dibiayai dari pajak wilayah Mesir yang diambil pada zamanya Abdul Muluk dari Besan dan Yazid bin Salam yang menjadi pimpinan proyek besar tersebut pada masa kekhalifahan Al-Walid. Pembangun Qubbah Sakhra menggunakan dua orang insinyur muslim sebagai symbol perdaban Islam, Abdul Malik dari Al-Quds dan seorang lagi dari Inggris yang membangun gereja Al-Qiyamah di Kota Lama.

Pondasi dan Tiang-tiang yang mengelilingi dan menahan Qubbah
Qubbah Sakhra adalah gambaran dari bangunan teknik modern yang terdiri dari delapan sudut yang dinaungi qubbah yang ditunjang dengan empat tiang. Diantara tiang-tiang itu ada tiga tiang secara melingkar mengelilingi Sakhra. Di dalam bangunan inilah terdapat Qubbah. Adapun dinding bangunan ditutupi dengan hiasan yang sama dengan bawahnya, baik yang berada di bagian luarnya maupun bagian dalamnya. Sementara di bagian atas dilapisi mozaik keemasan. Di bagian dalamnya terdapat hiasan marmer putih di dalam panel, dan yang sejenis di luar papan di bagian bawah. Bangunan segi delapan yang diatasnya ada Qubbah Sakhra dulunya dimaksudkan untuk bangunan Masjid Al-Aqsha. Bukan untuk membangun mushola di dalam lingkungan Masjid Al-Aqsha. Sebab biasanya mushola dibangun menghadap kiblat.

Komposisi Qubbah Sakhra menunjukan karakter pembentukanya.
Pada era setelah Bani Umayyah Qubbah Sakhra semakin banyak dapat perhatian, di mana Bani Abbasiah Khalifah Al-Ma’mun, Qubbah Sakhra mengalami kehancuran. Kemudian diletakan prasasti nama Al-Quds untuk pertama kalinya sebagai peringatan renovasi ini yaitu pada tahun 217 H./832 M. Akan tetapi kubah tampak berdiri kokoh berdiri tegak dan dapat terlihat dari jauh. Seolah itu bukan buatan manusia. Dia adalah bangunan Sakhra Al-Aqsha, sebagaimana Musholla Al-Qibali yang terletak di bagian selatan di lingkungan Masjid Al-Aqsha.

Upaya Penodaan Qubbah Sakhra oleh Yahudi pada 8 April 2009-05-20
Rencana ini meliputi pengerahan sejumlah kelompok agamawan yahudi yang berupaya masuk Qubbah Sakhra pada hari Rabu tanggal 8 April 2009. Tindakan ini merupakan ancaman bagi keberadaan Masjid Al-Aqsha Mubarak. Di sela perayaan mereka yang dikenal sebagai hari paskah ibrani. Mereka berupaya menodai Masjid Al-Aqsha dari dalam. Mereka juga membuat symbol-simbol keyahudian di dalamnya. Sebagaian mereka melakukan penodaan terhadap Qubbah Sakhra yang merupakan salah satu bangunan terpenting di area al-Haram Al-Aqsha. Agama mereka mendorong pemeluknya untuk merusak kehormatan Masjid Al-Aqsha dengan dalih untuk membebaskanya dari tangan kaum muslimin, menjelang munculnya al-Masih.

Kapan kaum muslimin bersuara untuk Qubbah Sakhra dan Al-Aqsha dalam peradaban mereka
Di hadapan semua tipu daya ini, apakah kaum muslimin akan terus mundur dari peradaban tentang karakteristik khusus kebudayaan mereka yang masih ada. Dana apakah mereka akan tetap demikian selama mereka berpegang teguh pada kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya?. Sampai kapan mereka akan pura-pura lupa terhadap kedudukan Qubbah Sakhra sebgai bagian dari Masjid Al-Aqsha yang merupakan salah satu ayat Allah dalam kitabNya disamping tenpat isranya dan tempat perjuangan hingga hari kiamat?
(asy)
Parlemen Israel Setujui RUU Larang Pekerjakan Palestina di Wilayah 1948
[ 20/05/2009 - 03:51 ]

Al-Quds – Infopalestina: Parlemen Israel Knesset pada Senin malam kemarin (18/5) menyetujui proyek yang melarang pekerja Palestina untuk bekerja di wilayah jajahan Israel tahun 1948 dengan alasan mereka dianggap tinggal di wilayah Israel yang melanggar hukum.
Sejumlah sumber di parlemen menyebutkan bahwa Knesset menyetujui RUU yang memperpanjang intruksi sementara yang melarang mempekerjakan buruh Palestina yang tinggal di wilayah jajahan karena dianggap melanggar hukum dan mereka juga dilarang menginap di sana.
Sumber-sumber mengsiyaratkan bahwa intruksi itu sudah diperpanjang hingga akhir Maret tahun depan. Larangan RUU itu juga berlaku bagi warga asing yang tinggal di ‘negara’ Israel yang menjadi sopir mobil yang memiliki izin dari Israel.
Pemerintah Israel selama ini melakukan aksi penangkapan secara luas terhadap buruh Palestina dari warga Tepi Barat yang bekerja di wilayah jajahan tahun 1948. Selama dua hari Kamis dan Jumat lalu saja Israel menangkap lebih dari 300 buruh. (bn-bsyr)
Israel Kembali Lakukan Eskalasi Militer ke Jalur Gaza
[ 20/05/2009 - 01:05 ]

Gaza – Infopalestina: Sejumlah orang dan pejuang Palestina terluka dalam rangkaian serangan udara yang dilancarkan penjajah Zionis Israel ke Jalur Gaza, Rabu (20/05). Hamas menilai aksi ini dilakukan Israel dengan memanfaatkan simpati tingkat regional dan internasional atas eksistensi Israel.
Jurubicara Hamas Fauzi Barhum dalam pernyataan khusus kepada koresponen Infopalestina hari ini mengatakan, agresi ini tidak mungkin terjadi sekiranya ada resolusi Arab yang paling tidak mengisolasi Zionis Israel dan memboikotnya serta menggunakan segala cara untuk menekannya.
Barhum mengatakan, eskalasi ini bersamaan dengan berakhirnya kunjungan PM Israel Benyamin Netanyahu. Hal ini menegaskan bahayanya proyek Zionis Israel yang mendapatkan simpati regional dan internasional, yang semakin mendorong entitas Zionis Israel melakukan eskalasi ini terhadap anak bangsa Palestina.
Barhum menegaskan di tengah-tengah simpati regional dan internasional, serta tidak adanya tekanan dari negara manapun atas Zionis Israel untuk membebaskan blockade dan mengakhiri pembangunan koloni permukiman, memberinya kesempatan besar untuk melanjutkan proyek berbahanya yang menarget rakyat Palestina.
“Kami belum melihat hingga detik ini satu negara pun di tingkat regional maupun internasional yang menggunakan tekanan apapun pada penjajah Zionis Israel agar menghentikan kejahatannya. Tidak ada keputusan apapun yang sungguh-sungguh dari negara-negara untuk membebaskan blockade dan mengakhiri pembangunan permukiman serta menghentikan agresi,” tegas Barhum melanjutkan.
Jurubicara Hamas ini melanjutkan, “Eskalasi ini adalah hasil kebijakan standar ganda yang digunakan dunia internasional berkaitan dengan konflik Palestina – Israel.” (seto)
Ridwan: Eskalasi Israel ke Gaza untuk Provokasi Hamas
[ 20/05/2009 - 12:55 ]
Gaza – Infopalestina: Gerakan Perlawanan Islam Hamas mengingatkan berlanjutnya eskalasi militer Zionis Israel ke Jalur Gaza. Hamas menegaskan, menjadi hak perlawanan untuk membalas agresi penjajah dan kejahatannya terhadap rakyat Palestina.
Sejumlah orang dan pejuang Palestina terluka dalam rangkaian serangan udara yang dilancarkan penjajah Zionis Israel ke Jalur Gaza, Rabu (20/05). Serangan juga menghancurkan sebuah bengkel besi di wilayah utara Jalur Gaza.
Petinggi Hamas Dr. Ismail Ridwan, Rabu (20/05) mengatakan, “Eskalasi Zionis Israel ini bertujuan untuk mengaduk lembaran-lembaran politik di ranah Palestina dan menciptakan gelombang baru eskalasi. Melalui eskalasi ini Israel berupaya mengacaukan stabilitas di kawasan dan mengobarkan api konfrontasi di Jalur Gaza.”
Petinggi Hamas ini menilai bahwa ekalasi ini dalam rangka untuk memprovokasi gerakan Hamas agar memberikan gencatan senjata sepihak. Dia menambahkan, “Gencatan senjata apapun tidak akan kami berikan kecuali dengan syarat-syaratnya, pembukaan perlintasan, pembebasan blockade dan penghentian agresi.”
Apakah eskalasi militer ini berkaitan dengan kunjungan PM Israel Benyamin Netanyahu ke Amerika, Ridwan mengatakan, “Mungkin eskalasi ini dalam rangka untuk menarik persetujuan Amerika atas terror Zionis Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza atau dalam rangka upaya pemerintah Zionis Israel untuk melaksanakan apa yang menjadi obsesinya.”
Ridwan menyerukan pihak penjajah Zionis Israel untuk mengambil pelajaran dari agresi sebelumnya. Dia menegaskan bahwa upaya apapun untuk menarget Jalur Gaza akan menemui kegagalan. Perang “al Furqan” adalah contoh yang baik bagi Israel. (seto)

Ratusan Umat Islam Dan Kristen Palestina Dilarang Masuki Yerusalem

Para penjaga perbatasan Israel terus memperketat penutupan wilayah Tepi Barat selama Paskah. Akibatnya, ratusan umat Islam dan Kristen Palestina dilarang memasuki Yerusalem pada Jumat.
Ratusan umat Islam dan Kristen itu menyengaja datang ke Yerusalem untuk menjalankan ibadah. Umat islam menuju Masjid Al-Aqsha untuk menunaikan shalat Jumat, sementara umat Kristiani hendak beribadah di Gereja Holy Sepulchre (makam Isa), tempat Yesus dimakamkan setelah prosesi penyaliban.
Umat Kristiani yang memiliki surat izin untuk memasuki Israel pada hari libur Paskah, sebagian besar, masih diizinkan melintas ke Yerusalem.

Kebijakan penjagaan ketat di perbatasan diharapkan dapat dikurangi pasca liburan Paskah di Israel berakhir pada hari Ahad. (infopalestina.com)

Pemerintahan Obama Sewa Jasa Tentara Bayaran Untuk Jaga Keamanan Israel


v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} h2 {mso-style-next:Normal; margin-top:12.0pt; margin-right:0in; margin-bottom:3.0pt; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; page-break-after:avoid; mso-outline-level:2; font-size:14.0pt; font-family:Arial; font-weight:bold; font-style:italic;} p {mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} span.tanggal {mso-style-name:tanggal;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Minggu, 05/04/2009 10:17 WIB

v:shapes=”_x0000_s1026″>Meski terbukti kerap menimbulkan masalah di Irak, sejak masa kampanyenya, Presiden Barack Obama menegaskan tetap akan menggunakan kekuatan tentara bayaran, seperti para tentara bayaran yang disewa dari perusahaan Blackwater, sebuah perusahaan keamanan swasta di AS yang menyediakan jasa layanan tentara bayaran. Dan Obama membuktikan pernyataannya itu. Dalam tulisannya yang dimuat di Alter Net, Jeremy Scahill, wartawan independen dan freelance untuk pogram radio dan televisi Democracy Now, membeberkan bagaimana pemerintahan Obama akan menggunakan jasa tentara bayaran untuk operasi-operasi di wilayah Israel-Palestina.

Scahill yang berpengalaman meliput konflik di Irak dan Yugoslavia menyatakan bahwa pemerintahan Obama telah memutuskan untuk menggunakan jasa pertahanan swasta Triple Canopy, perusahaan yang dibangun di Chicago dan sekarang berbasis di Virginia. Reputasi Triple Canopy memang tidak seburuk Blackwater yang sekarang berganti nama menjadi Xe. Tapi Triple Canopy juga punya catatan sejarah yang berdarah-darah di Irak dan dikenal sebagai perusahaan yang menyewakan tentara-tentara bayaran dari negara-negara yang dikenal dengan catatan buruk pelanggaran hak asasi manusianya.

Pemerintahan Obama, kata Scahill yang juga penulis buku “Blackwater: The Rise of the World’s Most Powerful Mercenary Army” dalam artkelnya mengatakan bahwa Obama menggunakan perusahaan Triple Canopy bukan hanya di Irak tapi juga untuk operasi-operasinya di Israel dan Palestina, terutama di luar kota Yerusalem guna menjaga keamanan Israel.

Menurut Scahill, mulai tanggal 7 Mei mendatang, Triple Canopy akan mengambil alih mega kontrak selama ini dipegang oleh Blackwater di Irak dengan departemen luar negeri AS. Deplu AS menyewa tenaga tentara bayaran dari Blackwater untuk menjaga para pejabat-pejabatnya yang bertugas di Irak.

Kontrak keamanan antara Deplu AS dan perusahaan jasa keamanan swasta di Irak, bukanlah hal yang mengejutkan. Tapi dari salinan kontrak yang berhasil didapat Alter Net, diketahui bahwa pemerintahan Obama juga menggelontorkan dana juta dollar untuk membayar Triple Canopy guna memberikan “layanan keamanan” di Israel.

Pada bulan Februari dan Maret pemerintahan Obama menyampaikan “delivery order” pada Triple Canopy senilai 5,5 juta dollar yang tercatat dalam kontrak departemen luar negeri AS berkode SAQMPD05F5528 bertajuk “PROTECTIVE SERVICES–ISRAEL”. Menurut sebuah dokumen pemerintah, kontrak itu berlangsung sampai bulan September 2012, namun dokumen lain menyebutkan kontrak tersebut hanya sampai bulan September 2009. Kontrak meliputi “Pelayanan Keamanan dan Patroli” di Israel. Total nilai kontrak sebesar 41.556.967,72 dollar dan surat kontrak diklasifikasikan dalam katagori dokumen “sensitif tapi tidak rahasia.”

Catatan-catatan pemerintaha federal menunjukkan bahwa kontrak layanan jasa keamanan itu sebenarnya sudah ada sejak tahun 2005 dan terus diperbaharui setiap tahunnya. Triple Canopy beroperasi dibawah program perlindungan personal pejabat departemen luar negeri AS di seluruh dunia (WPPS), sebuah program yang melibatkan perusahaan-perusahaan yang menyewakan jasa tentara bayaran untuk beroperasi di negara-negara konflik dimana AS terlibat di dalamnya, seperti Irak, Aghanistan, Bosnia, Israel dan Haiti. Dalam kurun waktu tahun 2005-2008, departemen luar negeri AS menghabiskan dana sebesar dua milyar dollar hanya untuk membayar jasa layanan keamanan swasta.

Apa dan SiapaTriple Canopy

Perusahaan jasa keamanan swasta Triple Canopy didirikan di Chicago pada tahun 2003 oleh para veteran anggota pasukan khusus militer AS. Perusahaan ini mendapat kontrak v:shapes=”_x0000_s1027″>pertama pada tahun 2004 untuk memberikan jasa keamanan pejabat AS di Irak. Setelah itu, perusahaan ini makin berkembang dan pada tahun 2005 memindahkan kantor pusatnya dari Chicago ke Herndron, Virginia.

Sejak awal invasi AS ke Irak, Triple Canopy menerima kontrak-kontrak untuk melakukan operasi keamanan di Irak bersama perusahaan keamanan swasta lainnya seperti DynCorp dan yang paling terkenal adalah perusahaan Blackwater dengan pembagian kerja, Blackwater di wilayah Baghdad, DynCorp di wilayah utara Irak dan Triple Canopy di wilayah selatan Irak. Meski tidak seburuk reputasi Blackwater, Triple Canopy juga punya catatan hitam dalam operasi-operasinya yang menyebabkan warga sipil di Irak terbunuh. Insiden-insiden yang dilakukan para tentara bayaran Triple Canopy tidak pernah dilaporkan sebagai pelanggaran hukum dan para pelakunya tidak tersentuh hukum di AS maupun di Irak.

Sama dengan Blackwater. Triple Canopy juga merekrut tenaga tentara bayarannya dari negara-negara yang dikenal memiliki track record buruk dalam pelanggaran HAM dan memiliki sejarah kejam dalam menghadapi kelompok-kelompok pemberontak. Para tentara bayaran itu antara lain direkrut dari negara Peru, Chile, Colombia dan El Salvador. Dalam konflik berdarah di El-Salvador pada masa pemerintahan Augusto Pinoche, Triple Canopy dilaporkan menyewa tenaga mantan pasukan payung AS yang terlatih dan anggota pasukan khusus Salvador untuk mendukung pimpinan Salvador yang dikenal brutal dari kelompok sayap kiri, dalam perang sipil di negeri itu yang menelan korban jiwa sekitar 75.000 warga sipil El Salvador.

Di Irak, perilaku tentara-tentara bayaran dari Triple Canopy juga menimbulkan persoalan dan beresiko menghadapi tuntutan hukum dengan tuduhan melakukan tindak kejahatan terhadap warga sipil di Irak. Tapi perusahaan itu sudah mendapatkan jaminan bahwa para tentara bayarannya akan dilindunti oleh pemerintah AS jika melakukan kesalahan.

“Kami selalu diyakinkan sejak awal, jika terjadi sesuatu untuk alasan tertentu dan Irak berusaha menyeret tentara kami ke pengadilan, maka mereka (pemerintah AS) akan melindungi kami dan menyelamatkan kami keluar dari Irak,” demikian yang tertulis dalam sebuah konrak operasi Triple Canopy.

Bukti bahwa departemen luar negeri AS masih menggunakan tenaga tentara bayaran di sejumlah wilayah konflik yang melibatkan AS, bertentangan dengan draft undang-undang diajukan tahun 2008 lalu di AS untuk melarang penggunaan jasa keamanan dari perusahaan-perusahaan swasta, dimana Hillary Clinton yang sekarang menjabat sebagai Menlu AS ikut mendukung draft undang-undang tersebut. Tapi setelah menjadi Menlu, Hilarry nampaknya masih akan menggantungkan diri pada perusahaan-perusahaan penyedia jasa tentara bayaran untuk melindunginya dan staff-staffnya di berbagai negara, terutama wilayah konflik.

Triple Canopy sendiri kini sudah membuka kantor perwakilan di Abu Dhabi, Nigeria, Peru, Yordania dan Uganda. Kongres AS bertanggung jawab untuk menyelidiki pemerintahan Obama berdasarkan dari dokumen-dokumen yang menunjukkan adanya kontrak penggunaan perusahaan jasa keamanan swasta, yang diduga sengaja memperpanjang perang di wilayah-wilayah konflik untuk mengeruk keuntungan. Terutama pemilihan Triple Canopy oleh pemerintahan Obama untuk beroperasi di Israel. Obama harus menjelaskan untuk apa pemerintahan AS membayar jasa tentara bayaran yang beroperasi di Israel. (ln/AN/eramuslim.com)

Palestina Takluk Setelah Tumbangnya Turki Utsmaniyah

sejak tumbangnya Turki Utsmani tahun 1924 di tangan Zionis Mustafa Kemal Attaturk, Zionis merasa puas dan bangga karena telah berhasil menumbangkan Khilafah Islamiyah dari dunia Islam.

Runtuhnya kekhalifahan Islam di Turki merupakan bencana terbesar bagi dunia Islam. Karena membuat kaum Muslimin tidak lagi hidup dalam sentral kepemimpinan dan hidup dalam perpecahan. Sebagai konsekuensinya tanggal 14 Maret 1948 Zionis mengikrarkan berdirinya negara Israel Raya untuk menguasai dunia.
Harapan Sultan Hamid untuk mempertahankan al-Quds dan Masjid al-Aqsha pupus bersamaan runtuhnya Turki Utsmaniyah tahun 1924. Rupanya benar apa yang dikatakan Theodore Hertzl saat Konferensi Zionis International I di Basel tahun 1897. Hertzl mengatakan pembebasan Palestina oleh bangsa Yahudi sangat tergantung dengan hancurnya Khilafah Utsmaniyah. Dengan runtuhnya Turki Utsmaniyah tidak ada lagi kekuatan yang dapat mempersatukan dan melindungi umat Islam secara menyeluruh.
Apalagi sejak Israel menang Perang melawan Arab Saudi selama enam hari tahun 1967. Aksi Zionis semakin liar dan menjadi-jadi dengan terus menjajah dan menawan rakyat Jerussalem Timur. Masjid al-Aqsha dan Baitul Maqdis yang merupakan kiblat pertama umat Islam terus dikuasai oleh Yahudi secara politik dan perundangan. Sehingga umat Islam di Palestina dan dunia Islam tidak dapat mengunjunginya secara bebas.
Mereka harus mendapat izin dahulu melalui chek poin melewati pos-pos penjagaan super ketat serdadu Israel. Bahkan saat ini yang boleh shalat di Masjid al-Aqsha hanyalah yang berusia di atas 40 tahun.
etelah dijajah Zionis Masjid al-Aqsha terus mengalami berbagai peristiwa yang mewarnai kedukaan umat Islam. Pada 21 Agustus 1969, al-Aqsha telah diserang dan dibakar oleh zionis Israel. Termasuk bagian Masjid al-Haram al-Sharif bahkan mimbar Masjid bersejarah berusia 1000 tahun yang didatangkan dari Aleppo pada zaman Salahudin al-Ayyubi pun ikut hangus terbakar. Konspirasi ini dilakukan oleh Michael dan Penganut Kristian Evangelical serta sekutunya.
Presiden Sekretariat Himpunan Ulama Asia Tenggara Abdul Ghani Samsudin mengungkapkan Nuwaf al-Zorou dalam karyanya berjudul “Empat Teori Meruntuhkan al-Aqsho” disebutkan sepuluh peringkat atau tahapan Zionis Israel untuk meruntuhkan Masjid al-Aqsho. Pertama dimulai tahun 1967 hingga tahun 1968 dengan menggali terowongan sedalam 70 meter di bawah dinding selatan Masjid al-Aqsha dan di belakang menara adzan Masjid.
Zionis terus melakukan penggalian itu hingga tahapan ke sepuluh yaitu peresmian pembukaan terowongan ‘Hasymunaiem’ sepanjang 250 meter pada Hari Perayaan Ghufran Yahudi, Senin 24 September 1996. Peristiwa ini memicu pertempuran besar antara mujahid Palestina melawan Zionis, darah para syuhada pun berguguran membasahi bumi Palestina. Meski demikian Zionis laknatullah tetap meneruskan penggalian terowongan itu hingga 400 meter.
Penggalian itu hingga kini masih berlanjut dengan dalih mencari peninggalan Ibrani untuk mengungkap peninggalan Haikal Sulaeman. Dalam hal pendanaan mereka membuat “Kotak pembangunan kembali Haikal Sulaiman,” sehingga berhasil mengumpulkan dana yang sangat besar dari kalangan Yahudi dan sekutunya di dunia.
Pertempuran demi pertempuran terus terjadi antara pejuang Palestina dengan tentara zionis. Pertempuran Intifadhah kembali terjadi ketika Perdana Menteri Israel Ariel Sharon mengunjungi Palestina pada 28 September 2000. Kunjungan pimpinan Partai Likud itu dikawal dengan 600 tentara bersenjata lengkap dan 3000 pasukan yang berjaga-jaga di sekitar Jerusalem. Aksi show of force formal ini menegaskan kesepakatan secara implisit dukungan Sharon terhadap aksi brutal dan arogansi yang terjadi di bumi Palestina.
Pernyataannya yang tak berperikemanusian itu mengundang semangat jihad mujahid Palestina sehingga meletuslah pertempuan sengit Intifadhah yang merenggut lima orang syahid dan ratusan lainnya luka-luka.
Tahun demi tahun berjalan, namun ambisi zionis untuk menguasai Palestina tak pernah memudar. Mereka terus mengusir waga Palestina dari tanah kelahiran mereka. Berdasarkan data dari PBB tahun 2006 bangsa Palestina telah menjadi bangsa terusir dengan jumlah besar dalam sejarah modern dan tersebar di 58 kamp Yordania, Suriah, Libanon, Tepi Barat dan Gaza yang jumlahnya mencapai 4.448.429 orang. Sedangkan jumlah warga Palestina yang tewas dibantai Israel sejak meletusnya Intifadhoh tahun 2000 hingga 31 Maret 2008 mencapai 4.608 orang.
Siapakah dalang dibalik Israel? ternyata negara adidaya Amerika dan sekutunya turut berperan dan menjadi sponsor utama. Pada tahun 2004 Amerika telah menyalurkan 2,3 miliar dolar untuk bantuan militer dan 500 juta dolar bantuan ekonomi. Bantuan AS tersebut tentunya memiliki misi terselubung yakni kepentingan politik di Timur Tengah. Sebab hanya Israel yang bisa membantu AS dalam mencapai agenda busuknya.
Pembantaian, penyiksaan dan pelanggaran HAM kerap dilakukan tentara Israel tehadap warga Palestina PBB dan OKI sebagai organisasi perdamaian dunia hanya bisa diam seribu bahasa tak berkutik. Bulan Juni 2002 Israel membangun tembok Apartheid sepanjang 721 KM, dengan tinggi 25 kaki atau hampir 8 meter. Dalam jarak tertentu, dibangun sebuah tower, tempat tentara-tentara Israel biadab berjaga dan mengintai. Sepanjang tembok dipasangi alat pendeteksi panas tubuh manusia, kamera pengintai infamerah, dialiri listrik dan sniper yang siap tembak.
Tembok biadab ini memisahkan ayah dengan anaknya, istri dengan suami dan keluarga Palestina. Sebanyak 60.500 kaum muslimin Palestina terpisah karena pembangunan tembok ini. Tembok ini membentang dan membelah 42 kota dan perkampungan yang dilaluinya. Sebanyak 12 kampung dengan 31.400 orang penduduknya terkepung tak bisa ke mana-mana atau diakses oleh siapapun. Makanan tak ada. Obat-obatan pun langka. Selimut untuk menghalau dingin yang menggigit, benar-benar seadanya.
Berbagai upaya telah dilakukan kaum muslimin di dunia untuk membebaskan Masjid al-Aqsha dari cengkaraman zionis namun belum membuahkan hasil yang nyata. Diantara penyebabnya adalah rasa kebangsaan yang tinggi dan kepentingan politik yang masih mewarnai negeri-negeri Islam. Terakhir diselenggarakan Deklarasi Istanbul di Irak pada November 2007 yang menghasilkan kesepakatan untuk membebaskan Masjid al-Aqsha dari penjajah Zionis, namun hingga kini belum ada hasil yang konkrit.
Seandainya negara-negara Islam di sekitar Palestina mau membantu dan membuka akses bagi para mujahidin masuk ke wilayah Palestina pasti Zionis Israel dapat ditendang ke luar bumi palestina.
Berkaitan dengan itulah DR Usamah Jam’ah al-Asyqar, General Manajer Palestines Establishment of Culture Suriah menjelaskan kondisi Palestina saat ini masih dalam gengaman zionis yang membuat umat Islam di belahan dunia resah. Ia berharap masing-masing umat Islam berusaha membantu dengan berbagai cara baik dengan senjata, fisik, material, dana maupun pemikiran. Hal senada juga diungkapkan Perdana Menteri Palestina Ismail Haniya, yang menghimbau agar para pejuang Palestina bersatu padu demi mempertahankan dan membebaskan al-Aqsa dari cengkraman zionis Israel. (Andy/Berbagai Sumber)

Islam dan Perang

Oleh : KH. Drs. Yakhsyallah Mansur, M.A.

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena Sesungguhnya mereka telah dianiaya. dan Sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.” (Al-Hajj:39)
Dalam kitab-kitab tafsir dan tarikh disebutkan, setelah bertahun-tahun mengalami berbagai penganiayaan, para sahabat mengadukan hal itu kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasalam. Beliau menjawab, “Sabarlah kalian, karena sesungguhnya belum diperintahkan untuk berperang.”
Setelah hijrah ke Madinah, barulah Islam mengizinkan berperang. Ayat diatas adalah ayat yang pertama kali turun tentang diizinkannya perang setelah dilarang oleh Al-quran dalam lebih dari 70 ayat.
Jadi, pada dasarnya perang bukanlah perintah, tapi sekedar izin bagi pihak teraniaya yang diperangi untuk menggunakan cara perang sebagai respon menolak penganiayaan. Oleh karena itu, salah satu tuduhan kaum orientalis musuh Islam bahwa Islam disesuaikan dengan kekuatan pedang. Meminjam kata-kata Mc Donald, D.B (1868-1942, “Penyebaran Islam dengan pedang adalah kewajiban kolektif bagi semua muslim.”
Di samping karena teraniaya, Muslimin diberi izin mengangkat senjata dalam kondisi:
  • Diserang lebih dahulu dan diusir dari tempat tinggalnya, meninggalkan harta bendanya lantaran melaksanakan agama dan keyakinannya.
  • Untuk mempertahankan diri dan tempat ibadah yang di dalamnya disebut nama Allah, sebagaimana firmannya: “(Yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan Kami hanyalah Allah”. Dan Sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa.” (Al-Hajj:40) Al-Qasimi menulis dalam tafsirnya, kalimat “huddimat” berarti dihancurkan dan juga berarti “ussilat” dibiarkan kosong. Tegasnya, tidak digunakan untuk beribadah walaupun tempat itu masih berdiri.
  • Hendak mengokohkan kedudukan agama di muka bumi sehingga terwujud keamanan, kerukunan, ketertiban, kebebasan, dan kemantapan dalam beribadah. Allah berfirman: ”Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah [1] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah [2]. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang mereka kerjakan.” ( Al-anfal: 39)
  1. Maksudnya: gangguan-gangguan terhadap umat Islam dan agama Islam.
  2. Maksudnya: menurut An-Nasafi dan Al-Maraghi, tegaknya agama Islam dan sirnanya agama-agama yang batil. (al-Anfal:39).
Jadi, tujuan perang dalam islam bukan untuk kepentingan umat Islam saja tetapi kepentingan seluruh umat manusia karena Islam datang untuk menyebarkan rahmat bagi semesta alam. Allah berfirman: “Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (al-Hajj: 40)
Ayat tersebut menjelaskan, yang dipertahankan oleh umat Islam bukan hanya masjid tempat ibadah umat Islam, tapi juga biara dimana para pendeta mengasingkan diri untuk mengabdi kepada Tuhan mereka. Begitu juga gereja, tempat orang Kristen beribadah setiap hari Ahad dan Sinagog, tempat orang Yahudi beribadah setiap hari sabtu.
Allah menjamin orang yang berperang dengan tujuan seperti di atas akan dibela dan ditolong, sehingga orang Islam tidak akan ragu-ragu lagi. Allah mencela orang yang ragu terhadap pertolongan-Nya. Allah berfirman: “Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tiada menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, Maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya.” (QS. Al-Hajj: 15)
Maksud ayat ini ialah, seandainya orang yang memusuhi Nabi Muhammad Saw tidak senang atas kemajuan Islam, ia bisa naik ke langit dan melihat keadaan di sana, hingga ia akan mengetahui bahwa kemajuan Islam yang tidak ia senangi itu tak dapat dihalang-halangi. Sebagian ahli tafsir mengartikan: Maka hendaklah ia merentangkan tali ke loteng rumahnya kemudian ia mencekik lehernya dengan tali itu.
Ibnu Abbas menafsirkan, barang siapa menyangka bahwa Allah tidak akan menolong Muhammad Shalallahu Alaihi wasallam, kitab-Nya (Alquran), dan agama Islam, pergi sajalah membunuh diri, kalau kejayaan Islam itu menyakitkan hatinya. Karena Allah pasti menolong para utusan-Nya dan orang-orang yang beriman, sebagaimana firman-Nya:
انا لتصر رسلنا والد ين امنوا في الحيا ة الد نيا و يوم يقوم الا تهاد
Adapun menyuruh menggantung atau membunuh diri pada ayat di atas adalah pukulan keras dengan kata-kata kepada mereka yang tidak mau mengerti bahwa pertolongan Allah pasti datang. Pertolongan Allah ini terbukti dengan terus berkembangnya agama Islam sampai saat ini. Bahkan melihat kegagalan berbagai agama dan usaha menegakkan dunia ini, sampailah manusia pada keyakinan bahwa Islamlah yang paling cocok untuk kehidupan mereka.
Seperti fenomena akhir-akhir ini, Islam menjadi satu-satunya agama yang paling pesat perkembangannya di Amerika dan Eropa. Menurut catatan statistik selama bertahun-tahun di Norwegia, + 100 muslim Norwegia yang menjadi jamaah masjid. Pada tahun 2000, 500 penduduk asli Norwegia berpindah agama dari Katolik menjadi Islam, sehingga pada tahun 2004 jumlah jemaah masjid yang terdaftar telah mencapai 80.883 orang.(jurnal al-aqsha edisi 5)

OCHA: 50 Ton Semen Diizinkan Masuki Gaza

Kantor Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/ OCHA) di wilayah pendudukan, melaporkan pada hari Rabu, truk yang memuat 50 ton semen diarahkan untuk memasuki Jalur Gaza pekan lalu. Ini adalah kiriman pertama yang diterima Jalur Gaza sejak November 2008.
Pemerintah kota menegaskan, semen yang  akan digunakan dalam pemasangan jaringan air yang hancur tersebut tidak akan bermanfaat jika Israel terus menghalangi masuknya pipa air, terutama sejak Januari tahun ini.
Kantor media PBB di Kairo menyatakan, terdapat 40,000 warga Palestina yang tidak memiliki akses air, dan 100,000 lainnya memiliki akses yang terbatas. Israel juga menghalangi akses bahan bakar untuk Jalur Gaza dalam kurun waktu 15-21 Maret.
Sementara itu, Israel mengizinkan aktifitas ekspor 400,000 bunga melalui perlintasan Karem Shalom (karem Abu Salem), dan sedikitnya terdapat 4 juta bunga siap ekspor. Musim ekspor bunga berakhir pada akhir Maret.
Selain itu, kantor OCHA menyatakan, selama periode yang dilaporkan (15-21 Maret) Israel mengizinkan 728 truk barang masuk, termasuk 140 truk untuk lembaga bantuan kemanusiaan.
Suplai makanan sebagian besar merupakan komoditas impor, yakni 556 muatan truk (76%), diikuti oleh pasokan perlengkapan kebersihan/ pembersih (terbatas untuk chlor, tissue, dan popok) sebanyak 93 truk (13%). Hanya 4% (32 truk) pasokan selimut dan kasur dari yang diperlukan, 21 truk (3%) obat-obatan yang diizinkan melalui tambahan 12 truk (2 %) pasokan keperluan industri.

OCHA menambahkan, hanya 14 truk pasokan perlengkapan yang diizinkan masuk, selain enam truk bahan pertanian, 5 truk telur yang dibuahi, dan 2 truk bahan kemasan. Tidak ada ternak, kendaraan, dan jenis komoditas lain yang diizinkan masuk pekan ini. Dibandingkan rata-rata harian 246 yang diterima pada minggu ke tiga Juli 2008, hanya 121 truk/ hari yang diizinkan masuk ke Gaza pekan ini. (nisa/imemc)

Chemtrail – Apa Yang Perlu Kita Ketahui ?

Holly Deyo

Ada beberapa masalah kontroversi yang menghangat yang terinspirasi oleh Chemtrail. Sedikitnya terdapat tiga teori utama dalam kaitan penyemprotan udara.

1. Modifikasi Cuaca

2. Pengurangan Jumlah Penduduk Secara Massal

3.Vaksinasi Secara Massal

Beberapa tahun lalu, Frankly, Stan dan saya sendiri tidak tahu harus berada di posisi mana dalam masalah ini, karena sedikitnya fakta yang mendukung informasi mengenai hal tersebut di atas, meskipun kami mempelajarinya dengan menggunakan teori inokulasi (vaksinasi). Ini terjadi saat pasukan kami di vaksinasi anthrax dan holy furor . Kami sangat sulit mempercayai bahwa pemerintah kami melakukan pembunuhan terhadap rakyatnya.

Menurut Will Thomas dalam wawancaranya dengan kami, penyemprotan yang dilakukan sedikitnya merupakan bagian dari modifikasi cuaca dan atau menetralisir akibat global warming . Selanjutnya dia menjelaskan bahwa modifikasi cuaca dilakukan karena tekanan dari perusahaan asuransi yang merugi dalam bisnisnya karena klaim yang tinggi sebagai akibat berbagai bencana alam. Apa maksud tersembunyi dibalik itu?. Modifikasi cuaca ini adalah taktik untuk memmbakar lubang ozone dan meningkatkan global warming.

Terdapat dua cara penyemprotan yang dilakukan yang akan membantu memahami beberapa skenario. Bagi mereka yang relatif masih baru mengenai informasi ini, berikut ini beberapa dasar yang bersifat umum.

1. Chemtrail, berlainan dengan contrail, perlu waktu tiga jam atau lebih untuk menghilang. Sedangkan Contrail biasanya menghilang dalam waktu k.l. 20 menit.

2. Chemtrail cenderung kelihatan datar.

3. Tampilan lain yang berbeda dari contrail biasa, tampilan chemtrail seperti tirai vertikal menurun

4.Penyemprotan Chemtrail sering dilakukan dengan cara tic-tac-toe, “X” dan pola garis.

5.Penyemprotann ketinggian biasanya dilakukan dengan menggunakan jenis pesawat KC-10A, KC-135 (707) dan C-130, sedangkan penyemprotan jarak yang rendah menggunakan pesawat turboprop. Pesawat jenis KC-10A bermesin tiga biasanya mengeluarkan contrail tiga jalur secara paralel dari baling-balingnya. KC-135 pesawatnya lebih kecil, bermesin empat, akan mengeluarkan empat garis contrail secara pararel. Bila dipergunakan sewaktu misi chemtrail, pesawat ini hanya menukik satu kali, memanjang, sambil mengeluarkan chemtrail secara bergelombang sambil secara terus-menerus menampilkan contrail yang tidak normal.

6. Dua jenis penyemprotan dilakukan pada ketinggian, artinya 20.000 kaki dari permukaantanah dan penyemprotan jarak rendah yang masing-masing nampaknya mempunyai tujuan berbeda.

7. Penyemprotan jarak rendah mengandung jamur dan fungi dan mengakibatkan berbagai jenis gejala penyakit seperti sakit kepala yang lebih parah daripada migren, dada rasa terbakar, *heart conditions *heart arrest, on the rare occasion *flu-like symptoms *extreme fatigue *diarrhea *pain and swelling of muscles and joints *dizziness *nausea *stiff neck *nagging sore throat *general malaise

8. Gejala penyakit akan bertahan sampai tiga bulan dan bahkan lebih.

9. Gejala penyakit tidak dapat diobati oleh obat anti biotik yang dikenal.

10. Misi penyemprotan Chemtrail cenderung ditunda bila kecepatan angin di permukaan tanah mencapai 20 mil atau lebih perjamnya.

11. Cenderung membunuh orang yang sudah tua, balita dan mereka yang daya tahan tubuhnya lemah.

12. Setelah menyemprotkan bahan yang mengandung gelatin yang dapat dilihat waktu penerbangan rendah oleh pesawat bermesin multi. Bahan seperti jaring laba-laba yang disemprotkan dari ketinggian telah dianalisa di laboratorium universitas yang mempunyai ijin pemerintah dan beberapa bakteri dapat diidentifikasi.

13. Negara-negara yang dilaporkan melakukan penyemprotan termasuk Australia, Kanada, Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Irlandia, Itali, Mexico, Selandia Baru, Scotlandia, Spanyol dan Amerika Serikat. CATATAN: Daftar penyemprotan ini tidak termasuk China, Rusia atau Timur Tengah. Dilaporkan bahwa Amerika melakukan penyemprotan hampir di semua negara bagian dan di hampir semua kota-kota penting, termasuk daerah disekitarnya.

Apakah Chemtrail itu?

Sebagian isi dalam kandungan Chemtrail telah dapat diketahui, a.l. campuran JP+100 bahan bakar jet, terikat oleh Ethylene Dibromide (EDB). Pestisida kimia ini dilarang pada tahun 1983 oleh EPA sebagai racun kimia yang mengandung karsinogen. Terkena semprotan jenis kimia ini akan mengalami gejala berikut ini, a.l. *masalah saluran pernafasan*infeksi akut kerongkongan dan sinus *pembengkakan kelenjar limpa *batuk berat *nafas pendek* sakit kepala karena sinus *kerusakan pernafasan*merusak jantung dan liver. Terkena EDB membuat orang lebih rawan lagi terhadap virus lainnya karena terjadi kerusakan yang parah pada paru-paru.

Istilah “brown goo” dipergunakan untuk menjelaskan kandungan yang ditemukan di bagian luar tembok bangunan dan kaca mobil. Sangat sulit untuk dibersihkan bila terkena bahan kimia ini walaupun dengan sabun dan air, dan bahan kimia ini telah dibuktikan mengandung racun keras

Sejumlah sel darah merah dan sel darah putih dan tipe sel lain yang belum dikenal telah ditemukan di dalam contoh serat sub-micron yang baru-baru ini diketahui dan pada tanggal 20 Januari 2000 diserahkan kepada Carol M. Browner, Administrator dari the United States Environmental Protection Agency. Sel-sel tersebut nampaknya beku-kering atau menakutkan dalam bentuknya yang sesungguhnya yang hanya dapat dilihat melalui alat serat mikroskop. .” http://www.carnicom.com/bio1.htm

Thomas juga melaporkan bahwa contoh-contoh penyemprotan telah dianalisa dan diurai, kemudian ditemukan banyak virus beracun yang mematikan termasuk Mycoplasma Fermetens Incognitus (jenis bakteri yang sama yang sudah direkayasa, ditemukan oleh Dr. Garth Nicholson dari 45% veteran Perang Teluk).

Tentara Amerika Kembali Menghina Al Qur`an

Afghanistan-Kaum muslimin di Afghanistan secara besar-besaran mengadakan aksi demontrasi, aksi itu dilakukan dalam rangka mengutuk tindakan pelecehan terhadap agama Islam yang dilakukan oleh para penjajah asing, Amerika. Pelecehan itu terjadi pada Kamis malam lalu, enam orang tentara AS masuk ke dalam sebuah masjid di Afghanistan dan merobek-robek al-Qur’an serta menginjak-injaknya. Peristiwa itu terjadi di provinsi Ghazni.
Menyikapi kemarahan kaum muslimin yang mengutuk tindakan pelecehan agama Islam itu, pihak kepolisian Afghanistan berjanji akan mengusut tuntas kasus itu.
Menurut pihak kepolisian di Afghanistan, tindakan pelecehan terhadap agama Islam ini bukan yang pertama kali terjadi. Pada beberapa tahun terakhir ini, kaum muslimin pun sempat dibuat marah oleh tindakan tentara asing dengan kasus yang hampir serupa.
Di timur Afghanistan, kota Kunar tepatnya, kaum muslimin juga sempat melakukan aksi unjuk rasa menentang tindakan tentara asing Amerika yang juga melakukan pelecehan terhadap agama Islam. Pasalnya, mereka telah membakar al-Qur’an ketika ingin menangkap beberapa orang warga Afghanistan.
Menurut keterangan dari kaum muslimin yang ikut dalam barisan unjuk rasa, sekelompok tentara amerika telah membakar al-Qur’an ketika mereka ingin menangkap empat warga Afghanistan yang tinggal di desa Kodo.
“Sekelompok tentara asing mendatangi rumahku, mereka menangkap dua anakku. Mereka juga mengacak-acak buku kedua anak kami dan membuangnya ke tanah. Tak cukup itu, mereka juga merobek-robek al-Qur’an lantas membakarnya,” tutur orang tua yang anaknya ditangkap oleh tentara asing, sebagaimana dikutip oleh laman almokhtsar, Sabtu (28/2).
Tak hanya di Afghanistan, di Irak juga sekelompok tentara asing Amerika pernah melecehkan agama Islam. Mereka menyusun al-Qur’an dan kemudian dijadikan sebagai sasaran latihan tembak. (am/sm/suaramedia)